- Jusuf Kalla melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar ke Bareskrim Polri di Jakarta pada Rabu, 8 April 2026 atas dugaan fitnah.
- Tudingan tersebut berkaitan dengan klaim palsu bahwa JK mendanai pihak tertentu sebesar Rp5 miliar untuk menyelidiki ijazah Jokowi.
- Laporan hukum ini diajukan JK untuk memulihkan nama baiknya dari penghinaan dan informasi tidak benar yang tersebar luas tersebut.
Suara.com - Jusuf Kalla (JK) melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar ke Bareskrim Polri atas dugaan fitnah terkait isu pendanaan Rp5 miliar untuk polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
JK menegaskan tudingan tersebut tidak hanya tidak benar, tetapi juga bertentangan dengan karakter pribadinya.
"Saya tidak memunyai sifat itu, mengkritik orang dari belakang. Kalau saya tidak suka saya katakan tidak suka, atau tidak benar. Masa saya bayar orang, nggak lah,” kata JK usai melaporkan Rismon ke Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Laporan JK telah diterima Bareskrim Polri dengan Nomor: LP/B/135/IV/SPKT Bareskrim Polri, Rabu, 8 April 2026.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu mengatakan, upaya hukum tersebut ia ambil untuk memulihkan nama baiknya setelah namanya dikaitkan dengan tuduhan mendanai Roy Suryo Cs Rp 5 miliar untuk menyelidiki ijazah Jokowi.
“Dan itu jelas saya tidak lakukan. Pertama juga ini tersebar luas, dan bagi saya ini suatu penghinaan. Karena sangat tidak etis bagi saya, Pak Jokowi itu presiden yang saya wakilnya. Kita sama-sama di pemerintahan, bersama-sama selama lima tahun, masa saya bayar orang Rp 5 Miliar untuk menyelidiki beliau. Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan,” ujarnya.
Terkait bantahan kubu Rismon yang menyebut narasi tersebut merupakan hasil rekayasa AI, JK menilai hal itu tidak menjawab substansi tuduhan.
“Apapun bantahannya, dia hanya mengatakan itu bukan dia yang melakukan, tapi tidak membantah isinya. Tidak membantah. Hanya membantah bukan dia yang bikin. Bisa saja dia minta orang lakukan. Dia kan tidak membantah bahwa saya membayar Rp 5 miliar,” tegasnya.
Terlebih JK juga mengaku tidak pernah mengenal maupun berkomunikasi dengan Rismon.
Baca Juga: Akal Bulus Pengoplos Gas Cileungsi: Pakai 'Mata-Mata' HT, Ibu-Ibu Jadi Tameng, hingga Trik Es Batu!
“Saya itu tidak kenal orangnya kok. Saya tidak pernah ketemu,” ungkapnya.
Selain Rismon, JK turut melaporkan pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut. Barang bukti yang diserahkan antara lain rekaman yang telah beredar di publik.
Di sisi lain, JK menilai polemik ijazah Jokowi yang telah berlangsung selama beberapa tahun perlu segera diakhiri karena memicu perpecahan di masyarakat.
Ia pun menyarankan Jokowi segera menunjukkan ijazah miliknya ke publik untuk mengakhiri polemik tersebut.
“Tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya kan yang asli. Saya yakin itu saja,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Perjalanan Menuju Candi Prambanan, Prabowo dan PM Narendra Modi Satu Helikopter
-
Asal-usul Isi Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli, Ternyata Hasil 'Peras' 914 Petani KUD
-
3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?
-
Kenaikan Tarif Transjakarta Hanya Sasar Warga Mampu, 15 Golongan Tetap Gratis
-
Alarm Jelang MPLS, Mayoritas Kepala Sekolah Rakyat Belum Siap Jalankan Tahun Ajaran Baru
-
Tugasnya Hanya Melambaikan Bendera, 1.000 Siswa Dikerahkan Sambut Prabowo-Modi di Yogyakarta
-
Istri Menteri PU Ikut ke NY Pakai Paspor Diplomatik, Ini Bedanya dengan Paspor Dinas dan Biasa
-
Marak Pencurian Besi Lagi di Jakarta, Pramono Ancam Cabut KJP hingga Tak Cairkan Bansos Pelaku
-
Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta
-
Siasat Licik Pengedar Sabu di Bekasi: Sembunyikan Barang Haram dalam Bungkus Pakan Burung