News / Nasional
Rabu, 08 April 2026 | 14:34 WIB
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla resmi melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar ke Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Jusuf Kalla melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar ke Bareskrim Polri di Jakarta pada Rabu, 8 April 2026 atas dugaan fitnah.
  • Tudingan tersebut berkaitan dengan klaim palsu bahwa JK mendanai pihak tertentu sebesar Rp5 miliar untuk menyelidiki ijazah Jokowi.
  • Laporan hukum ini diajukan JK untuk memulihkan nama baiknya dari penghinaan dan informasi tidak benar yang tersebar luas tersebut.

Suara.com - Jusuf Kalla (JK) melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar ke Bareskrim Polri atas dugaan fitnah terkait isu pendanaan Rp5 miliar untuk polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.

JK menegaskan tudingan tersebut tidak hanya tidak benar, tetapi juga bertentangan dengan karakter pribadinya.

"Saya tidak memunyai sifat itu, mengkritik orang dari belakang. Kalau saya tidak suka saya katakan tidak suka, atau tidak benar. Masa saya bayar orang, nggak lah,” kata JK usai melaporkan Rismon ke Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Laporan JK telah diterima Bareskrim Polri dengan Nomor: LP/B/135/IV/SPKT Bareskrim Polri, Rabu, 8 April 2026.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu mengatakan, upaya hukum tersebut ia ambil untuk memulihkan nama baiknya setelah namanya dikaitkan dengan tuduhan mendanai Roy Suryo Cs Rp 5 miliar untuk menyelidiki ijazah Jokowi.

“Dan itu jelas saya tidak lakukan. Pertama juga ini tersebar luas, dan bagi saya ini suatu penghinaan. Karena sangat tidak etis bagi saya, Pak Jokowi itu presiden yang saya wakilnya. Kita sama-sama di pemerintahan, bersama-sama selama lima tahun, masa saya bayar orang Rp 5 Miliar untuk menyelidiki beliau. Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan,” ujarnya.

Terkait bantahan kubu Rismon yang menyebut narasi tersebut merupakan hasil rekayasa AI, JK menilai hal itu tidak menjawab substansi tuduhan.

“Apapun bantahannya, dia hanya mengatakan itu bukan dia yang melakukan, tapi tidak membantah isinya. Tidak membantah. Hanya membantah bukan dia yang bikin. Bisa saja dia minta orang lakukan. Dia kan tidak membantah bahwa saya membayar Rp 5 miliar,” tegasnya.

Terlebih JK juga mengaku tidak pernah mengenal maupun berkomunikasi dengan Rismon.

Baca Juga: Akal Bulus Pengoplos Gas Cileungsi: Pakai 'Mata-Mata' HT, Ibu-Ibu Jadi Tameng, hingga Trik Es Batu!

“Saya itu tidak kenal orangnya kok. Saya tidak pernah ketemu,” ungkapnya.

Selain Rismon, JK turut melaporkan pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut. Barang bukti yang diserahkan antara lain rekaman yang telah beredar di publik.

Di sisi lain, JK menilai polemik ijazah Jokowi yang telah berlangsung selama beberapa tahun perlu segera diakhiri karena memicu perpecahan di masyarakat.

Ia pun menyarankan Jokowi segera menunjukkan ijazah miliknya ke publik untuk mengakhiri polemik tersebut.

“Tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya kan yang asli. Saya yakin itu saja,” pungkasnya.

Load More