News / Nasional
Rabu, 08 April 2026 | 17:07 WIB
Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Suara.com/Novian Ardiansyah)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan pergantian pemerintahan sah dilakukan melalui mekanisme demokrasi secara damai dan sesuai aturan.
  • Proses pergantian kepemimpinan dapat ditempuh lewat pemilihan umum atau prosedur pemakzulan melalui lembaga negara yang berwenang.
  • Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Rabu, 8 April 2026.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan tidak masalah bila ada yang menilai pemerintah tidak baik. Tetapi soal mengganti pemerintahan, Prabowo menekankan pentingnya mekanisme.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia berpegang terhadap konsensur besar, yakni memilih bernegara secara demokrasi. 

"Kedaulatan di tangan rakyat, tidak ada masalah kalau ada pemerintah yang dinilai tidak baik, ya gantilah pemerintah itu ada mekanismenya dengan baik dengan damai," kata Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Prabowo menyebutkan jalur-jalur mekanisme yang dapat ditempuh untuk mengganti pemerintahan, baik melalui pemilih umum maupun pemakzulan atau impeachment yang sesuai aturan.

"Bisa melalui pemilihan umum tidak ada masalah, bisa juga melalui impeachment gak ada masalah, tapi impeachment melalui saluran DPR/MPR, MK dilakukan tidak masalah," kata Prabowo.

Prabowo kemudian memberikan contoh pergantian pemerintahan dalam sejarah Indonesia.

"Dalam sejarah kita telah terjadi beberapa pergantian. Bung Karno turun dengan damai, Pak Harto turun dengan damai, Gus Dur turun dengan damai melalui proses tidak melalui kekerasan," kata Prabowo.

"Jadi Saudara-saudara percayalah pada sistem yang telah dibangun pendiri bangsa kita, percayalah pada kekuatan kita sendiri pada Indonesia," sambungnya.

Baca Juga: Prabowo Klaim Kondisi RI Jauh Lebih Baik dari Negara Lain di Tengah Lonjakan Harga Energi Dunia

Load More