-
Imam dan akademisi Sadiq al-Nabulsi tewas akibat serangan udara Israel di kota Saida.
-
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk agresi Israel sebagai tindakan barbar yang melanggar hukum.
-
Ratusan korban jatuh membuat rumah sakit di Beirut mendesak masyarakat melakukan donor darah.
Kebutuhan akan stok darah menjadi prioritas utama demi menyelamatkan nyawa para korban yang terus berdatangan ke IGD.
"Donor darah anda sangat penting sekali," demikian keterangan resmi dari pihak Pusat Medis Universitas Amerika Beirut dikutip MTV.
Kondisi ini menggambarkan betapa brutalnya dampak fisik yang ditimbulkan oleh serangan udara Israel di kawasan pemukiman warga.
Banyak warga sipil yang terjebak di reruntuhan bangunan saat rudal-rudal Israel menghantam area padat penduduk di pesisir Lebanon.
Situasi di lapangan semakin kacau mengingat logistik medis yang mulai menipis di tengah gempuran yang belum berhenti.
Presiden Lebanon Joseph Aoun memberikan tanggapan yang sangat tegas terhadap tindakan militer yang dilakukan oleh pihak Israel.
Aoun menyatakan secara terbuka bahwa tindakan militer tersebut merupakan bentuk pelanggaran kemanusiaan yang sudah sangat melampaui batas.
Ia memandang agresi ini sebagai tindakan sepihak yang tidak menghargai proses perdamaian yang sedang diupayakan di kawasan.
Presiden Lebanon juga menyoroti bagaimana Israel seringkali mengabaikan komitmen diplomatik yang telah disepakati oleh banyak pihak internasional.
Baca Juga: PBB Bongkar Hasil Investigasi: Tank Israel dan Ranjau Hizbullah Penyebab Gugurnya 3 Prajurit TNI
Kekecewaan mendalam Aoun dituangkan dalam sebuah pernyataan resmi yang mengecam keras perilaku pasukan militer negara tetangganya tersebut.
Presiden Aoun menekankan bahwa tindakan ini merupakan penghinaan terhadap seluruh tatanan hukum dan norma kemanusiaan global.
"Tindakan agresi barbar ini - yang tidak mengakui hak apa pun dan tidak menghormati perjanjian atau komitmen apa pun - telah berulang kali menunjukkan pengabaian total terhadap semua hukum dan norma internasional," kata Aoun dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan tersebut mencerminkan frustrasi mendalam pemerintah Lebanon atas situasi keamanan yang terus memburuk di wilayah perbatasan mereka.
Aoun menilai bahwa dunia internasional harus melihat fakta mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh militer Israel secara lebih objektif.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda deeskalasi meskipun seruan kecaman terus datang dari berbagai penjuru dunia luar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
Terkini
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
IRGC Siapkan Balasan Mematikan Jika Gencatan Senjata Gagal
-
Israel Bom Lebanon Tewaskan 182 Warga, Perdana Menteri Nawaf Salam Umumkan Hari Berkabung Nasional
-
Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Kelompok ASKA Jadi Benteng Sosial Istri Nelayan dari Jeratan Utang
-
Selat Hormuz Bisa Dibuka Sebelum Pertemuan AS dan Iran di Pakistan
-
1,2 Juta Warga Lebanon Jadi Korban Serangan Membabi Buta Israel
-
Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob
-
Kapan TNI Ditarik dari Pasukan Perdamaian PBB di UNIFIL?
-
Trump Klaim Menang Telak di Iran Saat Gencatan Senjata Mulai Berlaku Bagi Militer Amerika Serikat
-
China Veto Resolusi Selat Hormuz Karena Ogah Legalkan Aksi Militer Ilegal AS dan Israel