-
Imam dan akademisi Sadiq al-Nabulsi tewas akibat serangan udara Israel di kota Saida.
-
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk agresi Israel sebagai tindakan barbar yang melanggar hukum.
-
Ratusan korban jatuh membuat rumah sakit di Beirut mendesak masyarakat melakukan donor darah.
Suara.com - Eskalasi kekerasan di wilayah Lebanon kembali memuncak setelah militer Israel melancarkan serangan udara yang sangat mematikan.
Operasi militer yang berlangsung pada Rabu (8/4) tersebut menyasar sejumlah titik strategis di berbagai penjuru wilayah Lebanon.
Salah satu dampak paling signifikan dari serangan ini adalah laporan mengenai tewasnya seorang ulama besar Lebanon.
Tokoh Islam terkemuka bernama Sadiq al-Nabulsi dikonfirmasi meninggal dunia akibat hantaman rudal militer Israel tersebut.
Kepergian al-Nabulsi meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat karena ia dikenal sebagai figur intelektual yang dihormati.
Selain memegang peran sebagai imam, al-Nabulsi memiliki rekam jejak yang sangat kuat di dunia pendidikan.
Ia secara aktif berkontribusi sebagai akademisi yang memberikan pengaruh besar pada pemikiran sosial di negaranya.
Tragedi naas ini terjadi saat Israel membombardir kawasan pesisir yang terletak di kota Saida atau Sidon.
Sejumlah media lokal di Lebanon secara serentak mengabarkan rincian mengenai kematian sang akademisi kepada publik internasional.
Baca Juga: PBB Bongkar Hasil Investigasi: Tank Israel dan Ranjau Hizbullah Penyebab Gugurnya 3 Prajurit TNI
Laporan dari Aljazeera memperkuat kebenaran informasi mengenai hilangnya nyawa tokoh penting tersebut dalam serangan udara itu.
Kementerian Kesehatan Lebanon merilis data terbaru mengenai jumlah korban yang jatuh akibat tindakan militer agresif ini.
Ratusan orang dilaporkan kehilangan nyawa sementara banyak warga lainnya mengalami luka-luka yang cukup serius di lapangan.
Kondisi fasilitas kesehatan di Beirut saat ini sedang berada dalam tekanan yang sangat besar akibat lonjakan korban.
Pusat Medis Universitas Amerika Beirut secara terbuka memohon bantuan kepada masyarakat luas untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat.
Pihak rumah sakit menyatakan bahwa ketersediaan stok darah untuk berbagai golongan saat ini sedang berada pada titik kritis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia