News / Internasional
Kamis, 09 April 2026 | 06:02 WIB
Sadiq al-Nabulsi (MTV)
Baca 10 detik
  • Imam dan akademisi Sadiq al-Nabulsi tewas akibat serangan udara Israel di kota Saida.

  • Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk agresi Israel sebagai tindakan barbar yang melanggar hukum.

  • Ratusan korban jatuh membuat rumah sakit di Beirut mendesak masyarakat melakukan donor darah.

Suara.com - Eskalasi kekerasan di wilayah Lebanon kembali memuncak setelah militer Israel melancarkan serangan udara yang sangat mematikan.

Operasi militer yang berlangsung pada Rabu (8/4) tersebut menyasar sejumlah titik strategis di berbagai penjuru wilayah Lebanon.

Salah satu dampak paling signifikan dari serangan ini adalah laporan mengenai tewasnya seorang ulama besar Lebanon.

Tokoh Islam terkemuka bernama Sadiq al-Nabulsi dikonfirmasi meninggal dunia akibat hantaman rudal militer Israel tersebut.

Kepergian al-Nabulsi meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat karena ia dikenal sebagai figur intelektual yang dihormati.

Selain memegang peran sebagai imam, al-Nabulsi memiliki rekam jejak yang sangat kuat di dunia pendidikan.

Ia secara aktif berkontribusi sebagai akademisi yang memberikan pengaruh besar pada pemikiran sosial di negaranya.

Tragedi naas ini terjadi saat Israel membombardir kawasan pesisir yang terletak di kota Saida atau Sidon.

Sejumlah media lokal di Lebanon secara serentak mengabarkan rincian mengenai kematian sang akademisi kepada publik internasional.

Baca Juga: PBB Bongkar Hasil Investigasi: Tank Israel dan Ranjau Hizbullah Penyebab Gugurnya 3 Prajurit TNI

Laporan dari Aljazeera memperkuat kebenaran informasi mengenai hilangnya nyawa tokoh penting tersebut dalam serangan udara itu.

Kementerian Kesehatan Lebanon merilis data terbaru mengenai jumlah korban yang jatuh akibat tindakan militer agresif ini.

Ratusan orang dilaporkan kehilangan nyawa sementara banyak warga lainnya mengalami luka-luka yang cukup serius di lapangan.

Kondisi fasilitas kesehatan di Beirut saat ini sedang berada dalam tekanan yang sangat besar akibat lonjakan korban.

Pusat Medis Universitas Amerika Beirut secara terbuka memohon bantuan kepada masyarakat luas untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat.

Pihak rumah sakit menyatakan bahwa ketersediaan stok darah untuk berbagai golongan saat ini sedang berada pada titik kritis.

Load More