- Serangan udara Israel di Lebanon pada 8 April menewaskan 254 orang dan melukai lebih dari 1.100 warga sipil.
- Operasi militer Israel menyasar infrastruktur Hizbullah di berbagai wilayah Lebanon sebagai kelanjutan perang sejak awal Maret lalu.
- Perdana Menteri Netanyahu menegaskan operasi terus berlanjut karena Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.
Dari pihak internasional, Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, mendesak penghentian segera kekerasan.
“Tidak ada pihak yang bisa meraih kemenangan melalui serangan seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.
Netanyahu memastikan operasi militer terhadap Hezbollah akan terus berlanjut.
“Kami terus menyerang Hizbullah. Kami siap kapan saja jika konflik meluas,” tegas Netanyahu.
Serangan ini memperburuk situasi kemanusiaan di Lebanon.
Sejak awal Maret, lebih dari 1.500 orang dilaporkan tewas dan sekitar 1,2 juta lainnya terpaksa mengungsi akibat konflik yang terus meningkat.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa proses negosiasi dengan AS kini berada dalam ancaman serius.
Ghalibaf menilai pelanggaran terhadap poin-poin utama kesepakatan telah merusak fondasi dialog sejak awal.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel
“Dalam kondisi seperti ini, gencatan senjata bilateral atau negosiasi tidak masuk akal,” tegas Ghalibaf dalam pernyataan resminya dilansir dari Channel 14, Kamis (9/4).
Menurut Teheran, terdapat tiga pelanggaran utama yang dilakukan pihak Barat dan Israel.
Salah satunya adalah tidak diterapkannya gencatan senjata di semua front, termasuk di Lebanon yang masih menjadi lokasi serangan Israel terhadap Hizbullah.
Iran juga menyoroti dugaan pelanggaran kedaulatan wilayah udara.
Militer Iran mengklaim telah menembak jatuh pesawat tanpa awak yang memasuki wilayahnya, yang dinilai bertentangan dengan kesepakatan untuk menghentikan provokasi militer.
Selain itu, pernyataan negara-negara Barat yang menolak hak Iran untuk memperkaya uranium turut memicu kemarahan.
Teheran menegaskan bahwa hak tersebut merupakan bagian dari kesepakatan awal yang tidak bisa dinegosiasikan ulang.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel
-
Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!
-
Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang
-
Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon
-
Dubes UEA: Konflik Iran Bukan Perang Agama, 85% Rudal Justru Sasar Negara Arab, Bukan Israel!
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!