Donald Trump mengeklaim China berperan besar dalam membujuk Iran menyetujui gencatan senjata dua pekan.
Negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran akan segera digelar di Islamabad pada April.
China dan Pakistan bekerja sama menggalang dukungan internasional guna meredakan ketegangan di Teluk Persia.
Para pejabat di Beijing secara konsisten menyatakan komitmen mereka dalam menciptakan keamanan di wilayah Timur Tengah.
Langkah konkret terlihat saat Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengadakan pertemuan dengan pejabat tinggi Pakistan.
Gencatan senjata AS Iran ini juga melibatkan Pakistan yang bertindak sebagai jembatan komunikasi bagi kedua pihak.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas strategi pemulihan keamanan di wilayah yang terdampak konflik bersenjata berkepanjangan.
Gencatan senjata AS Iran diharapkan menjadi titik balik kembalinya ketenangan di wilayah Teluk yang strategis.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning memberikan penjelasan mengenai arah kebijakan luar negeri negaranya.
Ia menegaskan bahwa China dan Pakistan berupaya keras mengumpulkan dukungan dari masyarakat internasional secara luas.
Gencatan senjata AS Iran adalah salah satu target utama dari penggalangan opini publik global yang dilakukan.
Tujuannya adalah untuk meredakan situasi yang kian mencekam dan mengembalikan kedamaian di jantung Timur Tengah.
Baca Juga: Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang, Iran Bakal Balas Dendam?
Gencatan senjata AS Iran ini menjadi pembuktian kekuatan diplomasi negara-negara besar di luar blok Barat.
Pemerintah China membuka pintu bagi negara manapun yang ingin berkontribusi dalam proses perdamaian yang berkelanjutan.
Langkah inisiatif ini bersifat inklusif dan tidak terbatas pada organisasi internasional tertentu saja di dunia.
"Inisiatif ini terbuka dan kami menyambut tanggapan dan partisipasi dari semua negara dan organisasi internasional," kata Mao Ning saat konferensi pers pekan lalu.
Gencatan senjata AS Iran ini harus didukung oleh semua pihak agar tidak terjadi pelanggaran di lapangan.
Partisipasi aktif dari berbagai negara diharapkan dapat mengunci kesepakatan damai ini agar bersifat lebih permanen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia
-
Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!
-
KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!
-
Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan
-
Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi
-
Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama
-
BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi
-
Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
-
Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan