- Serangan udara Israel di Lebanon pada 8 April menewaskan 254 orang dan melukai lebih dari 1.100 warga sipil.
- Operasi militer Israel menyasar infrastruktur Hizbullah di berbagai wilayah Lebanon sebagai kelanjutan perang sejak awal Maret lalu.
- Perdana Menteri Netanyahu menegaskan operasi terus berlanjut karena Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.
Suara.com - Serangan udara besar-besaran Israel mengguncang Lebanon dan menewaskan sedikitnya 254 orang hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, Kamis (9/4).
Serangan ini menyasar wilayah padat penduduk di Beirut dan sekitarnya, memicu kecaman internasional.
Otoritas Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan lebih dari 1.100 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan pada Rabu (8/4) waktu setempat.
Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, menyebut situasi ini sebagai eskalasi berbahaya.
“Ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit. Kami mendesak bantuan internasional untuk sektor kesehatan Lebanon,” ujarnya dilansir dari Aljazeera.
Militer Israel mengklaim serangan tersebut merupakan operasi terkoordinasi terbesar sejak dimulainya kembali perang pada 2 Maret lalu.
Target utama disebut sebagai infrastruktur kelompok Hezbollah di berbagai wilayah, termasuk Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan serangan itu menyasar ratusan target strategis.
“Ini adalah pukulan terbesar terhadap Hizbullah sejak operasi besar sebelumnya,” katanya.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel
Namun, laporan di lapangan menunjukkan banyak serangan menghantam kawasan sipil tanpa peringatan.
Kepanikan meluas ketika ledakan terjadi di berbagai titik kota, membuat warga berlarian menyelamatkan diri.
“Ledakan terdengar di banyak bagian kota. Anak-anak menangis, orang-orang berteriak, banyak korban berjatuhan,” lapor jurnalis dari Beirut.
Kecaman keras datang dari berbagai pihak di Lebanon. Ketua Parlemen, Nabih Berri, menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang.
Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menilai Israel telah menargetkan warga sipil tak berdaya.
“Ini menunjukkan pengabaian total terhadap hukum internasional,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel
-
Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!
-
Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang
-
Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon
-
Dubes UEA: Konflik Iran Bukan Perang Agama, 85% Rudal Justru Sasar Negara Arab, Bukan Israel!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik