News / Internasional
Kamis, 09 April 2026 | 09:28 WIB
Serangan udara besar-besaran Israel mengguncang Lebanon dan menewaskan sedikitnya 254 orang hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, Kamis (9/4). [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Serangan udara Israel di Lebanon pada 8 April menewaskan 254 orang dan melukai lebih dari 1.100 warga sipil.
  • Operasi militer Israel menyasar infrastruktur Hizbullah di berbagai wilayah Lebanon sebagai kelanjutan perang sejak awal Maret lalu.
  • Perdana Menteri Netanyahu menegaskan operasi terus berlanjut karena Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

Suara.com - Serangan udara besar-besaran Israel mengguncang Lebanon dan menewaskan sedikitnya 254 orang hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, Kamis (9/4).

Serangan ini menyasar wilayah padat penduduk di Beirut dan sekitarnya, memicu kecaman internasional.

Otoritas Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan lebih dari 1.100 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan pada Rabu (8/4) waktu setempat.

Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, menyebut situasi ini sebagai eskalasi berbahaya.

“Ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit. Kami mendesak bantuan internasional untuk sektor kesehatan Lebanon,” ujarnya dilansir dari Aljazeera.

Militer Israel mengklaim serangan tersebut merupakan operasi terkoordinasi terbesar sejak dimulainya kembali perang pada 2 Maret lalu.

Potongan video Lebanon diserang Israel [Lebanon 24]

Target utama disebut sebagai infrastruktur kelompok Hezbollah di berbagai wilayah, termasuk Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan serangan itu menyasar ratusan target strategis.

“Ini adalah pukulan terbesar terhadap Hizbullah sejak operasi besar sebelumnya,” katanya.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Namun, laporan di lapangan menunjukkan banyak serangan menghantam kawasan sipil tanpa peringatan.

Kepanikan meluas ketika ledakan terjadi di berbagai titik kota, membuat warga berlarian menyelamatkan diri.

“Ledakan terdengar di banyak bagian kota. Anak-anak menangis, orang-orang berteriak, banyak korban berjatuhan,” lapor jurnalis dari Beirut.

Kecaman keras datang dari berbagai pihak di Lebanon. Ketua Parlemen, Nabih Berri, menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menilai Israel telah menargetkan warga sipil tak berdaya.

“Ini menunjukkan pengabaian total terhadap hukum internasional,” ujarnya.

Load More