- Presiden Donald Trump mempertimbangkan penarikan Amerika Serikat dari NATO akibat kekecewaan terhadap minimnya dukungan militer sekutu Eropa di Iran.
- Gedung Putih mengevaluasi masa depan aliansi tersebut setelah pertemuan Trump dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada April 2026.
- Pemerintah AS mempertimbangkan sanksi berupa penutupan pangkalan militer atau pemindahan pasukan dari negara yang menolak mendukung ofensif militer tersebut.
Sejak kembali menduduki kursi kepresidenan pada tahun 2025, Donald Trump kembali melancarkan kampanye tekanan agar mitra-mitra Eropa meningkatkan belanja pertahanan mereka.
Pada KTT NATO Juni 2025, ia sempat berhasil menekan anggota aliansi untuk menyetujui komitmen peningkatan anggaran pertahanan hingga 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2035.
Meski komitmen tersebut bersifat tidak mengikat, gesekan terus terjadi. Spanyol, misalnya, berupaya mencari pengecualian dari target anggaran tersebut, yang memicu kecaman berulang kali dari Trump sepanjang tahun lalu.
Selain masalah anggaran, hubungan AS dengan Eropa juga diperkeruh oleh klaim sepihak Trump terhadap wilayah Greenland milik Denmark pada tahun lalu.
Trump bersikeras bahwa penguasaan Greenland sangat penting bagi keamanan nasional AS, meski mendapat protes keras dari warga lokal dan pemimpin Eropa.
Puncak kekesalan Trump meledak setelah serangan sepihak yang diluncurkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Kurangnya minat negara-negara Eropa untuk bergabung dalam kampanye militer tersebut dianggap sebagai bentuk pengkhianatan oleh Washington.
Padahal, banyak pakar hukum internasional memandang perang tersebut sebagai tindakan agresi yang melanggar hukum internasional.
Laporan terbaru dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa pemerintahan Trump kini sedang mempertimbangkan langkah-langkah hukuman.
Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran: Daftar 10 Tuntutan Teheran yang Disetujui Trump dan Fakta Terbarunya
Opsi yang sedang digodok mencakup penutupan pangkalan militer AS di luar negeri atau pemindahan pasukan keluar dari negara-negara seperti Spanyol dan Jerman.
Langkah ini diambil sebagai konsekuensi atas sikap kedua negara tersebut yang menolak mendukung ofensif militer AS di Timur Tengah.
Saat ditanya kembali mengenai kemungkinan AS benar-benar meninggalkan NATO, Karoline Leavitt tidak menampik hal itu. Ia menyatakan bahwa topik tersebut memang "telah didiskusikan" oleh sang presiden dan kemungkinan akan ada tindak lanjut setelah evaluasi dari pertemuan dengan Mark Rutte selesai dilakukan.
Nasib aliansi keamanan paling kuat di dunia kini berada di persimpangan jalan, bergantung pada bagaimana Washington menilai nilai strategis sekutu-sekutunya di masa depan yang semakin tak menentu.
Berita Terkait
-
Trump Sebut China Jadi Sosok Penting di Balik Keputusan Iran Setuju Gencatan Senjata
-
Apa Itu Amandemen ke-25? Didorong untuk Lengserkan Trump Pasca Kekalahan AS dari Iran
-
Iran Menang Besar! Netanyahu Diserang dari Dalam, Trump Mau Dilengserkan
-
Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS
-
Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus
-
Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!
-
Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50
-
Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan