- Presiden Donald Trump mempertimbangkan penarikan Amerika Serikat dari NATO akibat kekecewaan terhadap minimnya dukungan militer sekutu Eropa di Iran.
- Gedung Putih mengevaluasi masa depan aliansi tersebut setelah pertemuan Trump dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada April 2026.
- Pemerintah AS mempertimbangkan sanksi berupa penutupan pangkalan militer atau pemindahan pasukan dari negara yang menolak mendukung ofensif militer tersebut.
Suara.com - Pilar utama keamanan Barat selama beberapa dekade kini berada di ambang ketidakpastian besar. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah mendiskusikan kemungkinan untuk menarik AS keluar dari NATO (North Atlantic Treaty Organization).
Ancaman ini muncul menyusul kekecewaan mendalam Gedung Putih terhadap para sekutu di Eropa yang enggan memberikan kontribusi militer aktif dalam konflik bersenjata antara AS-Israel melawan Iran.
Dalam sebuah pengarahan pers yang berlangsung pada hari Rabu (08/04/2026), Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, memberikan gambaran tajam mengenai situasi ini.
Ia menyebut perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah sebagai sebuah "uji coba" bagi ketangguhan aliansi, namun menurutnya, NATO telah gagal dalam ujian tersebut.
Kritik tajam Leavitt disampaikan sesaat sebelum agenda pertemuan penting antara Presiden Trump dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Gedung Putih.
Leavitt secara terbuka menyampaikan pandangan keras Trump terhadap organisasi yang selama ini dibiayai besar-besaran oleh dana pembayar pajak Amerika tersebut.
“Saya punya kutipan langsung dari presiden Amerika Serikat tentang NATO, dan saya akan membagikannya kepada Anda semua. Mereka telah diuji, dan mereka gagal.” tegas Leavitt di depan para jurnalis, dikutip via Reuters.
Ia menambahkan bahwa sangat menyedihkan melihat NATO seolah-olah membelakangi rakyat Amerika selama enam minggu terakhir.
Padahal, rakyat Amerikalah yang selama ini mendanai pertahanan mereka. Menurut Leavitt, Trump telah menyiapkan diri untuk melakukan “a very frank and candid conversation” dengan Rutte guna membahas masa depan kemitraan ini.
Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran: Daftar 10 Tuntutan Teheran yang Disetujui Trump dan Fakta Terbarunya
Pertemuan Trump dan Mark Rutte: Dialog Terbuka Namun Mengecewakan
Mark Rutte, yang baru saja menyelesaikan pertemuannya dengan Trump, memberikan tanggapan melalui wawancara dengan saluran berita CNN.
Ia mengakui bahwa pertemuan tersebut berlangsung secara “frank and open”. Rutte mencoba mendinginkan suasana dengan menegaskan dukungannya terhadap kepemimpinan Trump, sembari menjelaskan bahwa anggota NATO sebenarnya telah memberikan bantuan dalam bentuk logistik dan akses ke pangkalan-pangkalan militer.
Namun, pembawa acara CNN, Jake Tapper, mengejar isu krusial mengenai rencana penarikan diri AS. Menanggapi pertanyaan apakah Trump berniat keluar dari NATO, Rutte menjawab dengan nada diplomatis namun penuh kehati-hatian.
“Jelas ada kekecewaan. Tetapi pada saat yang sama, dia juga mendengarkan dengan saksama argumen saya tentang apa yang sedang terjadi.,” ujar Rutte sebelum beralih memberikan pujian terhadap peran kepemimpinan Amerika Serikat.
Meskipun Rutte sering memperingatkan bahwa NATO “will not work” tanpa dukungan penuh Amerika, posisi sekutu Eropa tetap pada pendirian untuk tidak terlibat langsung dalam ofensif militer di Iran.
Berita Terkait
-
Trump Sebut China Jadi Sosok Penting di Balik Keputusan Iran Setuju Gencatan Senjata
-
Apa Itu Amandemen ke-25? Didorong untuk Lengserkan Trump Pasca Kekalahan AS dari Iran
-
Iran Menang Besar! Netanyahu Diserang dari Dalam, Trump Mau Dilengserkan
-
Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS
-
Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Sidak BGN di Cimahi: Ada Dapur MBG yang Beroperasi Tanpa Pengawas Gizi
-
Misi Artemis II Hadapi Ujian Mematikan: Detik-Detik Menembus 'Neraka' Atmosfer Bumi
-
CELIOS: Ambisi Biofuel Bisa Korbankan Kedaulatan Pangan di Papua
-
Iran Bocorkan Rute Alternatif Selat Hormuz Anti Ranjau Laut
-
Sadis! Dokter di Hawaii Dorong Istri dari Tebing, Kesaksian Anak Jadi Kunci
-
Selat Hormuz vs Malaka: Mana yang Lebih Penting untuk Ekonomi Dunia?
-
Program Vokasi Nasional 2026 Resmi Bergulir, 10 Ribu Peserta Tahap I Mulai Pelatihan
-
Update Kondisi Medis Andrie Yunus, RSCM: Mata Bakal Ditutup 6 Bulan Demi Pemulihan Intensif
-
Trump Sebut China Jadi Sosok Penting di Balik Keputusan Iran Setuju Gencatan Senjata
-
Galian PAM Jaya di Condet Jadi Biang Kerok Kecelakaan! Dirut Janji Percepat Pengerjaan Usai Viral