- Presiden Emmanuel Macron mendesak Donald Trump dan Presiden Iran memasukkan Lebanon ke dalam kesepakatan gencatan senjata demi stabilitas regional.
- Israel menolak usulan tersebut dan melancarkan serangan udara besar-besaran di Lebanon yang mengakibatkan ratusan korban jiwa serta luka-luka.
- Prancis menyatakan komitmen untuk terus melakukan upaya diplomatik guna mencapai kesepakatan keamanan komprehensif bagi seluruh pihak di Timur Tengah.
Suara.com - Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyerukan agar Donald Trump dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian turut memasukkan Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya.
“Saya menyatakan harapan saya bahwa gencatan senjata akan sepenuhnya dihormati oleh masing-masing pihak yang bertikai, di semua area konfrontasi, termasuk di Libanon,” tulis Macron di X.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan syarat yang diperlukan agar gencatan senjata dapat dipercaya dan langgeng.
Macron tercatat sebagai pemimpin Barat pertama yang berkomunikasi langsung dengan presiden Iran setelah pengumuman gencatan senjata.
Namun di sisi lain, Israel menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam cakupan kesepakatan tersebut.
Tak lama setelah pengumuman gencatan senjata, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Lebanon.
Dalam waktu singkat, lebih dari seratus serangan terjadi hanya dalam 10 menit. Serangan itu menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai lebih dari seribu lainnya, berdasarkan data pemerintah.
Ibu kota Beirut disebut mengalami salah satu pemboman paling intens sejak konflik Israel–Hizbullah pecah bulan lalu.
“Situasinya kritis di Lebanon,” Macron memperingatkan menjelang rapat dewan pertahanan Prancis.
Baca Juga: AS - Israel Khianati Perjanjian dengan Bom Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
“Apa yang kami saksikan dengan serangan dan pendudukan Israel di Lebanon selatan bukanlah respons yang tepat,” katanya.
Serangan Israel disebut sebagai respons atas aksi kelompok Hezbollah yang berafiliasi dengan Iran.
Sejak Maret, eskalasi antara kedua pihak terus meningkat, dengan korban jiwa di Lebanon dilaporkan telah melampaui 1.500 orang.
Sementara itu, serangan dari Hizbullah juga disebut sebagai balasan atas pelanggaran gencatan senjata yang terjadi hampir setiap hari, meski kesepakatan sebelumnya telah diteken pada November 2024.
Macron menegaskan bahwa gencatan senjata seharusnya menjadi pintu masuk menuju perundingan yang lebih luas demi stabilitas kawasan.
Ia menilai kesepakatan ke depan harus menjamin keamanan bagi semua di Timur Tengah.
“Setiap kesepakatan harus membahas kekhawatiran yang ditimbulkan oleh program nuklir dan rudal balistik Iran, serta kebijakan regionalnya dan tindakannya yang menghalangi navigasi melalui Selat Hormuz,” ucapnya.
Ia juga memastikan bahwa Prancis akan tetap terlibat aktif dalam upaya diplomatik tersebut.
Menurut Macron, negaranya akan memainkan peran penuhnya, dalam koordinasi erat dengan para mitranya di kawasan.
Berita Terkait
-
14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran
-
PKB Apresiasi Gencatan Senjata ASIran, DPR Dorong Indonesia Aktif Jaga Perdamaian
-
Negosiator Iran Masih Misterius! Siapa Sosok di Balik Perundingan Panas dengan AS?
-
Siapa Mohammed Wishah? Wartawan Dirudal Israel saat Liputan di Gaza
-
RI Respons Temuan Awal PBB Soal Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon: Segera Tuntaskan Investigasi!
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!