- Roy Suryo mendukung langkah Jusuf Kalla melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri terkait tuduhan pendanaan kasus ijazah palsu.
- Pakar telematika menekankan penentuan keaslian video berbasis teknologi AI merupakan kewenangan penyidik kepolisian melalui proses forensik resmi.
- Kuasa hukum menegaskan tidak ada aliran dana dari Jusuf Kalla untuk mendukung gerakan pengungkapan kasus dugaan ijazah palsu.
Suara.com - Pakar telematika, Roy Suryo secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap langkah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri.
Laporan tersebut merupakan buntut dari tudingan yang dilontarkan Rismon mengenai adanya keterlibatan pendanaan dari pihak JK dalam penanganan kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut memberikan perhatian khusus pada aspek teknis dari video yang menjadi dasar pelaporan oleh Jusuf Kalla.
Roy Suryo menyinggung kemungkinan bahwa video yang menjadi objek pelaporan tersebut merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Hal ini menjadi poin krusial mengingat kapasitas Roy sebagai ahli dalam bidang telematika yang sering memberikan analisis terhadap keaslian konten digital di Indonesia.
Menurut pandangan Roy Suryo, pihak kuasa hukum maupun Rismon Sianipar tidak memiliki otoritas hukum untuk memberikan penilaian final atau memastikan keaslian video tersebut secara sepihak.
Ia menegaskan bahwa ranah untuk memastikan apakah sebuah konten digital merupakan hasil editan atau murni adalah kewenangan penyidik kepolisian melalui proses forensik digital yang sah.
“Tidak boleh kita memastikan itu AI atau tidak karena kalaupun itu AI apa yang dilakukan oleh pak JK sudah benar. Dilaporkan dulu. Yang jelas statemen ada,” kata Roy di Polda Metro Jaya, Kamis (9/4/2026).
Roy Suryo lebih lanjut menjelaskan bahwa setiap pernyataan yang termuat dalam video tersebut harus ditelusuri siapa pembuatnya secara mendalam.
Baca Juga: Kubu Roy Suryo Bantah Keras Isu Dana Rp5 M dari JK: Satu Rupiah Pun Tidak Pernah!
Jika nantinya terbukti bahwa video tersebut adalah hasil olahan AI, Roy menekankan bahwa teknologi tersebut tidak bekerja sendiri, melainkan digerakkan oleh aktor intelektual atau individu tertentu yang memiliki tujuan khusus dalam menyebarkan informasi tersebut ke ruang publik.
“AI pasti ada yang membuatnya. Tidak mungkin setan atau tuyul,” ucapnya.
Selain menyoroti aspek teknologi, Roy Suryo juga menaruh perhatian serius pada pernyataan yang meminta pihak berwenang untuk mengusut sumber pendanaan dalam perkara ijazah ini.
Ia menilai hal tersebut sebagai sebuah tuduhan serius yang mengarah pada adanya aliran dana dalam jumlah fantastis, yakni mencapai miliaran rupiah, yang dialamatkan kepada pihaknya.
“Uang Rp50 M, Rp5 M, tidak pernah sedikit pun kami terima. Tanyakan langsung kepada si omon selaku yang mengeluarkan statment itu," ujar Roy.
Di sisi lain, Ahmad Khozinudin selaku kuasa hukum Roy Suryo Cs menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan Jusuf Kalla dalam mengawal proses hukum yang saat ini sedang berjalan di Bareskrim Polri.
Berita Terkait
-
Kubu Roy Suryo Bantah Keras Isu Dana Rp5 M dari JK: Satu Rupiah Pun Tidak Pernah!
-
Disebut Danai Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Laporkan Pencemaran Nama Baik
-
Jusuf Kalla Resmi Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri: Bagi Saya Ini Penghinaan!
-
Jusuf Kalla Minta Perkara Ijazah Jokowi Segera Diselesaikan: Meresahkan Masyarakat dan Buang Waktu
-
Ini Alasan Jusuf Kalla Polisikan Rismon Buntut Tudingan Pendanaan Dalam Kasus Ijazah Jokowi
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia