News / Nasional
Kamis, 09 April 2026 | 20:30 WIB
Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono tengah berkoordinasi dengan Kepala Daerah terkait pembangunan Sekolah Rakyat tahun 2026. (Dok: Kemensos)

“Sekolah Rakyat ini bukan berbasis pendaftaran, tetapi berbasis rekrutmen menggunakan data DTSEN, sehingga benar-benar menyasar mereka yang paling membutuhkan,” tegas Agus Jabo.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi program berbasis data. Secara tidak langsung, Agus Jabo menegaskan bahwa kualitas DTSEN menjadi fondasi utama dalam memastikan seluruh intervensi sosial berjalan tepat sasaran.

“Kami ingin memastikan seluruh program sosial terintegrasi, tepat sasaran, dan berdampak nyata melalui penguatan koordinasi pusat dan daerah,” tambahnya.

Terkait kendala koordinasi di lapangan, Agus Jabo mengarahkan agar pemerintah daerah dapat berkoordinasi lebih lanjut dengan unit teknis terkait di Kementerian Sosial.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Sosial Masyarakat Adrianus Ala menyampaikan komitmen penguatan pemberdayaan melalui pembentukan kelompok masyarakat berbasis data.

“Kami akan mendorong pembentukan kelompok masyarakat berbasis DTSEN, sehingga intervensi pemberdayaan dapat lebih terarah dan menyasar desil 1 hingga 4,” ujarnya.

Adrianus juga menegaskan secara tidak langsung bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi penting dalam memperluas dampak program pemberdayaan secara berkelanjutan.***

Load More