- Kelompok Sulang Trigona di Lombok Timur mengembangkan budidaya madu lebah Trigona pada pohon mangrove sejak Agustus 2025.
- Proyek ini berhasil meningkatkan jumlah koloni lebah hingga 60 kotak dengan hasil madu bening berkualitas tinggi.
- Wahana Visi Indonesia memberikan pendampingan teknis dan pelatihan restorasi mangrove untuk mendukung keberhasilan produksi madu tersebut.
Suara.com - Kelompok Budidaya Madu “Sulang Trigona” di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, melakukan terobosan baru dalam dunia apikultur.
Bukan di daratan hijau atau perbukitan, mereka mengembangkan budidaya madu Trigona (klanceng) langsung di atas pohon mangrove yang tumbuh di tengah laut.
Inovasi yang dinamakan "Madu Sulang Trigona Laut" ini mulai digarap serius sejak Agustus 2025. Dengan memanfaatkan ekosistem pesisir, budidaya ini menjanjikan kualitas madu yang berbeda dari madu darat pada umumnya.
Ketua Kelompok Budidaya Madu “Sulang Trigona” di Lombok Timur, Aliman, mengungkapkan bahwa proyek ini dimulai dengan uji coba 25 kotak lebah Trigona. Dalam waktu singkat, hasilnya sangat memuaskan melalui teknik pemecahan koloni.
"Awalnya kami coba 25 kotak di pulau, sekarang totalnya sudah hampir 60 kotak. Pertumbuhannya sangat bagus. Untuk masa panen sendiri maksimal sekitar tiga bulan sekali," ujar Aliman saat diwawancarai, Kamis (10/4/2026).
Aliman menjelaskan, cuaca memegang peranan penting dalam produksi madu. Pada musim hujan, lebah cenderung lebih fokus pada penambahan koloni, sementara produksi madu melimpah saat musim kemarau.
Menariknya, madu yang dihasilkan dari nektar mangrove ini memiliki ciri fisik yang lebih bening.
"Madunya lebih bening karena di pulau kadar polen dari bunga mangrove lebih tinggi. Ini yang menjadi sumber makanan utama mereka. Dari segi rasa pun ada perbedaan yang unik," tambahnya.
Dalam sekali panen, satu kotak lebah mampu menghasilkan sekitar 150 mililiter madu. Kelompok Budidaya Madu berencana memasarkan produk ini dalam kemasan 250 mililiter sebagai produk unggulan desa.
Baca Juga: Sempat Rusak Diterjang Banjir, Wisata di Lombok Timur Dibuka dengan Wajah Baru!
Monitoring Ketat di Tengah Laut
Budidaya di tengah laut tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal aksesibilitas. Aliman dan timnya rutin melakukan pengecekan dua kali seminggu untuk memastikan kondisi kotak lebah tetap aman dan terpantau.
"Kami setiap dua kali seminggu pasti mengecek ke pulau untuk memudahkan monitoring. Keamanannya sejauh ini terjamin," ungkapnya.
Selain madu, Pokdarwis juga mulai memperkenalkan Kopi Mangrove. Meskipun bukan murni dari mangrove sepenuhnya, kopi ini menawarkan cita rasa berbeda yang melengkapi paket wisata edukasi di wilayah tersebut.
Dukungan WVI
Keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan Wahana Visi Indonesia (WVI). Melalui program restorasi mangrove yang dimulai sejak Oktober 2024, WVI memberikan pelatihan teknis, termasuk cara pemecahan koloni lebah untuk meningkatkan populasi.
Berita Terkait
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Kelompok ASKA Jadi Benteng Sosial Istri Nelayan dari Jeratan Utang
-
Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob
-
Sempat Rusak Diterjang Banjir, Wisata di Lombok Timur Dibuka dengan Wajah Baru!
-
Studi: Karbon Biru Bisa Tekan Emisi Dunia, Mengapa Banyak Negara Belum Menggunakannya?
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur
-
Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja