-
Netanyahu memerintahkan kabinet Israel untuk memulai pembicaraan damai langsung dengan pemerintah Lebanon segera.
-
Serangan udara Israel menewaskan 303 warga Lebanon di tengah ketidakpastian status gencatan senjata global.
-
Presiden Lebanon mengimbau persatuan nasional dan menempuh jalur diplomatik internasional demi menghentikan konflik.
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mengupayakan segala jalur diplomatik yang tersedia.
Ia menyebutkan bahwa dunia internasional mulai memberikan respons yang cukup baik terhadap permohonan perdamaian dari Lebanon.
Kabinet Lebanon juga langsung mengambil tindakan internal untuk memperkuat kendali keamanan di wilayah ibu kota mereka.
Pemerintah setempat ingin memastikan bahwa otoritas penggunaan senjata hanya berada di bawah kendali lembaga resmi negara.
Aoun memberikan peringatan keras agar situasi panas ini tidak memicu konflik saudara di dalam negeri Lebanon sendiri.
Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk tetap memberikan kepercayaan penuh kepada institusi keamanan resmi pemerintah yang sah.
Pernyataan ini merupakan upaya untuk menjaga stabilitas domestik di tengah tekanan militer dari pihak luar yang masif.
Lebanon kini berada di persimpangan jalan antara mempertahankan kedaulatan dan menghindari kehancuran total akibat peperangan berkepanjangan.
Meski menawarkan jalur dialog namun militer Israel tetap melakukan operasi udara dengan intensitas tinggi di wilayah utara.
Baca Juga: Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!
Netanyahu bahkan sempat menegaskan komitmennya untuk menghancurkan kekuatan lawan dengan presisi dan kekuatan penuh tanpa ragu.
Laporan dari kementerian terkait menyebutkan jumlah korban jiwa telah mencapai angka yang sangat memprihatinkan dalam waktu singkat.
Sedikitnya tercatat ada 303 orang yang meninggal dunia akibat serangan udara yang terjadi pada hari Rabu kemarin.
Ribuan warga lainnya dilaporkan menderita luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis darurat di berbagai rumah sakit setempat.
Militer Israel mengklaim telah berhasil melumpuhkan salah satu sosok penting dalam struktur organisasi milisi di Lebanon.
Sosok tersebut diidentifikasi sebagai Ali Yusuf Harshi yang diketahui memiliki peran strategis sebagai ajudan pimpinan tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Prabowo Pimpin Sumpah Hakim MK Pengganti Anwar Usman, Anggota Ombudsman dan Duta Besar
-
Polda Metro Dalami Laporan Terhadap Saiful Mujani Buntut Seruan Gulingkan Prabowo
-
Bukan di Hari Jumat, Pemda DIY Pilih Rabu Jadi Hari WFH bagi ASN, Ini Alasannya
-
Ternyata Parkir Resmi! Dishub Akui Kesalahan Pola Parkir di Akses MRT Lebak Bulus yang Bikin Macet
-
Connie Bakrie Duga Kuat Kasus Andrie Yunus Operasi Intelijen Terstruktur, Ini Indikatornya
-
Bisakah Taman Kota Kurangi Banjir? Memahami Solusi Berbasis Alam di Jabodetabek
-
Iran Bantah Serangan Drone ke Negara Teluk Saat Gencatan Senjata
-
Teka-teki Kematian Bos Tenda di Cibitung: Tewas Penuh Luka, Perampokan atau Dendam?
-
6 Jet Tempur Milik TNI AU Kawal Penerbangan Presiden Prabowo ke Magelang
-
Kemenag Pastikan Layanan Legalisasi Buku Nikah Tetap Buka Meski ASN WFH Setiap Jumat