- Jampidsus Kejagung merahasiakan lokasi buronan Riza Chalid demi mencegah yang bersangkutan melarikan diri kembali dari proses hukum.
- Riza Chalid ditetapkan sebagai tersangka korupsi tata kelola minyak mentah serta kasus Petral periode 2008 hingga 2015.
- Kejagung terus melacak aset milik Riza Chalid setelah intervensinya dalam tender minyak menyebabkan kerugian keuangan PT Pertamina.
Suara.com - Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah belum bersedia mengungkap keberadaan saudagar minyak Riza Chalid yang saat ini berstatus buronan.
Febrie menyatakan, informasi mengenai lokasi Riza Chalid sengaja tidak dibuka ke publik guna menghindari kemungkinan yang bersangkutan kembali melarikan diri.
“Jangan dibukalah, nanti dia lari lagi,” kata Febrie di Kejaksaan Agung, Jumat (10/4/2026).
Riza Chalid diketahui merupakan buronan internasional yang kini menyandang status tersangka dalam dua perkara yang tengah ditangani Kejagung.
Pertama, kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina periode 2018–2023. Kedua, perkara dugaan korupsi terkait PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) periode 2008–2015.
Meski hingga kini Riza Chalid belum berhasil ditangkap, Febrie menegaskan penyidik tetap melakukan langkah hukum lain dengan mengejar aset milik saudagar minyak tersebut.
“Tapi dengan penetapan tersangka baru ini kan semua berkembang, setidak-tidaknya aset lagi dikejar,” ujarnya.
Sebelumnya, Kejagung kembali menetapkan Riza Chalid sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi. Ia kini dijerat dalam kasus Petral periode 2008–2015, setelah sebelumnya lebih dulu menjadi tersangka dalam perkara tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina periode 2018–2023.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan Riza Chalid berperan sebagai beneficial owner dari sejumlah perusahaan yang diduga terlibat dalam praktik korupsi tersebut.
Baca Juga: Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
"Salah satu tersangka lainnya yaitu saudara MRC sebagai BO [Beneficial Owner] dari beberapa perusahaan," ujar Syarief di Kejaksaan Agung, Kamis (9/4/2026).
Menurut Syarief, Riza Chalid diduga memengaruhi proses pengadaan atau tender minyak mentah, produk kilang, hingga pengangkutan di Petral.
Perkara ini bermula dari kebocoran informasi rahasia internal PT Petral terkait kebutuhan pengadaan minyak dan informasi penting lainnya. Informasi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengatur proses pengadaan.
Sebagai pemilik manfaat dari sejumlah perusahaan, Riza Chalid diduga melakukan intervensi guna memengaruhi proses pengadaan tersebut.
Intervensi itu dilakukan bersama IRW yang merupakan direktur perusahaan yang terafiliasi dengan Riza Chalid. Dalam proses tersebut, keduanya berkomunikasi dengan sejumlah pihak yang kini juga telah ditetapkan sebagai tersangka.
Riza diketahui berkomunikasi dengan BBG selaku eks Managing Director Pertamina Energy Service (PES), AGS selaku eks Head of Trading Pertamina Energy Services, MLY mantan Senior Trader PES, serta TFK yang merupakan mantan Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (PIS).
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Jawa Tengah Darurat Korupsi? 4 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK dalam Waktu Singkat
-
KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar
-
Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan
-
Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu
-
Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi
-
The 2nd IBOS Expo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lebih dari 100 Peluang Bisnis dari Berbagai Industri
-
Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus
-
Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur