-
Amerika Serikat resmi memberlakukan blokade militer di seluruh pelabuhan Iran mulai Senin ini.
-
Presiden Trump mengancam akan menghancurkan siapapun yang membayar pungutan liar kepada pihak Iran.
-
Operasi ini bertujuan memaksa Iran menghentikan program nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz.
Suara.com - Blokade total terhadap seluruh aktivitas pelabuhan Iran resmi diberlakukan militer Amerika Serikat guna meruntuhkan dominasi Teheran di Selat Hormuz.
Langkah drastis ini diambil setelah Washington menilai Iran sengaja memanfaatkan jalur air strategis tersebut sebagai alat pemerasan ekonomi global.
Dikutip dari BBC, kebijakan ini sekaligus menjadi jawaban keras atas kegagalan negosiasi damai yang sebelumnya diharapkan mampu mengakhiri konflik sejak Februari lalu.
Militer Amerika Serikat kini memegang kendali penuh untuk menentukan kapal mana yang diizinkan melintas di jalur energi dunia itu.
Washington menegaskan bahwa penutupan akses ini merupakan konsekuensi langsung dari keengganan Iran menghentikan program nuklirnya.
Presiden Donald Trump secara terbuka menginstruksikan Angkatan Laut untuk menindak tegas setiap kapal yang nekat bekerja sama dengan Teheran.
"Saya juga telah menginstruksikan Angkatan Laut kita untuk mencari dan mencegah setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar tol kepada Iran. Tidak ada seorang pun yang membayar tol ilegal akan mendapatkan perjalanan yang aman di laut lepas," tegas Trump.
Pemerintah Amerika Serikat menganggap pungutan yang ditarik oleh Iran selama ini sebagai tindakan ilegal yang merugikan pelayaran internasional.
Selain blokade fisik, militer Amerika Serikat mulai bergerak untuk menyisir dan menghancurkan ranjau-ranjau laut di kawasan tersebut.
Baca Juga: Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz
Trump menuding Iran sengaja menyebarkan ancaman ranjau yang tidak terlihat untuk menakut-nakuti operator kapal kargo global.
Ancaman Serangan Balik Terhadap Teheran
Eskalasi di lapangan diprediksi akan meningkat tajam seiring dengan perintah tembak di tempat bagi pihak yang melawan.
"Setiap orang Iran yang menembak ke arah kita, atau ke kapal-kapal yang damai, akan diledakkan ke neraka!" lanjut Trump dengan nada peringatan keras.
Pihak Amerika Serikat menuntut agar jalur internasional ini segera dibuka tanpa syarat dan tanpa manipulasi keamanan dari pihak Iran.
"Seperti yang mereka janjikan, mereka sebaiknya memulai proses untuk membuka JALUR AIR INTERNASIONAL INI DENGAN CEPAT!" tulis Trump dalam unggahan media sosialnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Manuver ke Putin dan Macron, Prabowo Dinilai Sedang Jalankan Strategi Penyeimbang Diplomasi
-
Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas
-
Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!
-
Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?
-
Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final
-
Kontroversi Pete Hegseth, Pembawa Acara TV yang Jadi 'Dewa Perang' AS
-
Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Ada Pendaftaran: Anak Lulus, Orang Tua Harus Lepas Bansos!
-
Indra Iskandar Menang Praperadilan, Hakim Perintahkan KPK Hentikan Penyidikan
-
Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan
-
Tujuh Hari Jelang Keberangkatan, DPR Desak Kepastian Biaya Tambahan Haji