- Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengecam serangan verbal Donald Trump terhadap Paus Leo XIV melalui platform media sosial X.
- Pezeshkian menilai unggahan foto AI Trump sebagai bentuk penghinaan terhadap agama Kristen serta ajaran Yesus sang pembawa perdamaian.
- Donald Trump menolak meminta maaf atas kritiknya terhadap Paus dan membantah tuduhan bahwa dirinya sengaja menyerupakan diri dengan Yesus.
Suara.com - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, buka suara perihal serangan verbal yang dilakukan Presiden AS, Donald Trump kepada pemimpin umat Katolik, Paus Leo XIV.
Masoud Pezeshkian dalam pernyataannya membela Paus Leo XIV dari kritik keras yang disampaikan Trump beberapa waktu lalu.
Dalam unggahan berbahasa Inggris di platform X, Pezeshkian mengecam pernyataan Trump sekaligus menegaskan penghormatan Iran terhadap Yesus sebagai sosok pembawa perdamaian.
Pezeshkian juga mengkritik keras aksi Trump mengunggah foto AI dirinya seperti Yesus.
Menurut Pezeshkian, aksi Trump itu sebagai bentuk penghinaan terhadap agama Kristen.
“Saya mengecam penghinaan terhadap Yang Mulia (Paus Leo XIV) atas nama bangsa Iran, dan menegaskan bahwa penistaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka,” tulis Pezeshkian seperti dilansir dari Tasnim News. '
Kontroversi ini bermula dari kritik Trump terhadap sikap anti-perang yang disuarakan Paus, termasuk dalam konteks konflik yang melibatkan Iran.
Trump juga sempat mempertanyakan proses terpilihnya Paus, yang memicu reaksi luas di dunia internasional.
Trump sendiri membantah bahwa ia bermaksud menggambarkan dirinya sebagai Yesus.
Baca Juga: Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel
“Saya pikir itu saya sebagai dokter,” ujarnya dilansir dari New York Times.
Presiden AS itu juga menuding kritik terhadap unggahan tersebut sebagai berlebihan.
“Hanya media palsu yang bisa membuat isu seperti itu,” kata Trump.
Trump menegaskan keputusannya menghapus unggahan semata untuk menghindari kesalahpahaman publik.
“Saya tidak ingin orang bingung. Banyak yang salah paham,” ujarnya.
Di tengah tekanan, Trump juga menegaskan tidak akan meminta maaf atas kritiknya terhadap Paus.
Berita Terkait
-
Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel
-
Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik
-
Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia
-
AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini
-
Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
-
Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026, Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!