News / Internasional
Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB
Masoud Pezeshkian (Iranian Presidency/dpa)
Baca 10 detik
  • Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengecam serangan verbal Donald Trump terhadap Paus Leo XIV melalui platform media sosial X.
  • Pezeshkian menilai unggahan foto AI Trump sebagai bentuk penghinaan terhadap agama Kristen serta ajaran Yesus sang pembawa perdamaian.
  • Donald Trump menolak meminta maaf atas kritiknya terhadap Paus dan membantah tuduhan bahwa dirinya sengaja menyerupakan diri dengan Yesus.

Suara.com - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, buka suara perihal serangan verbal yang dilakukan Presiden AS, Donald Trump kepada pemimpin umat Katolik, Paus Leo XIV.

Masoud Pezeshkian dalam pernyataannya membela Paus Leo XIV dari kritik keras yang disampaikan Trump beberapa waktu lalu.

Dalam unggahan berbahasa Inggris di platform X, Pezeshkian mengecam pernyataan Trump sekaligus menegaskan penghormatan Iran terhadap Yesus sebagai sosok pembawa perdamaian.

Pezeshkian juga mengkritik keras aksi Trump mengunggah foto AI dirinya seperti Yesus.

Menurut Pezeshkian, aksi Trump itu sebagai bentuk penghinaan terhadap agama Kristen.

“Saya mengecam penghinaan terhadap Yang Mulia (Paus Leo XIV) atas nama bangsa Iran, dan menegaskan bahwa penistaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka,” tulis Pezeshkian seperti dilansir dari Tasnim News. '

Kontroversi ini bermula dari kritik Trump terhadap sikap anti-perang yang disuarakan Paus, termasuk dalam konteks konflik yang melibatkan Iran.

Trump juga sempat mempertanyakan proses terpilihnya Paus, yang memicu reaksi luas di dunia internasional.

Trump sendiri membantah bahwa ia bermaksud menggambarkan dirinya sebagai Yesus.

Baca Juga: Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel

“Saya pikir itu saya sebagai dokter,” ujarnya dilansir dari New York Times.

Presiden AS itu juga menuding kritik terhadap unggahan tersebut sebagai berlebihan.

“Hanya media palsu yang bisa membuat isu seperti itu,” kata Trump.

Trump menegaskan keputusannya menghapus unggahan semata untuk menghindari kesalahpahaman publik.

“Saya tidak ingin orang bingung. Banyak yang salah paham,” ujarnya.

Di tengah tekanan, Trump juga menegaskan tidak akan meminta maaf atas kritiknya terhadap Paus.

Load More