News / Internasional
Rabu, 15 April 2026 | 10:52 WIB
Langkah militer agresif Amerika Serikat di kawasan Teluk resmi menutup jalur perdagangan maritim Iran sepenuhnya. (BBC)
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat memblokade total pelabuhan Iran setelah kegagalan negosiasi damai dengan Donald Trump.

  • Enam kapal komersial dipaksa putar balik dan harga minyak dunia melambung tinggi.

  • Blokade militer di Selat Hormuz mengancam keamanan pasokan energi global secara signifikan.

Meskipun pengawasan sangat ketat, aspek kemanusiaan diklaim tetap menjadi pertimbangan dalam operasi militer ini.

Distribusi bahan makanan dan obat-obatan masih mendapatkan lampu hijau dengan syarat pemeriksaan yang sangat teliti.

Keputusan Presiden Donald Trump ini secara instan membuat pasar minyak mentah global bereaksi keras.

Harga minyak dunia sempat menembus angka di atas 100 dolar AS per barel akibat ketidakpastian pasokan.

Blokade ini merupakan kelanjutan dari eskalasi perang enam minggu yang melibatkan pihak Israel dan Iran.

Para pengamat menilai langkah ini sebagai upaya sistematis untuk melumpuhkan ekonomi Teheran melalui embargo laut.

Namun, penghentian aktivitas di Selat Hormuz berisiko memicu serangan balasan yang lebih destruktif dari pihak Iran.

Tantangan Geopolitik di Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang menyalurkan seperlima dari total pasokan minyak global.

Baca Juga: Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran

Sejak konflik bersenjata pecah pada akhir Februari, harga komoditas energi ini telah melonjak hingga 50 persen.

"Vessel netral yang saat ini berada di dalam pelabuhan Iran telah diberikan masa tenggang untuk pergi," lapor badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris.

Situasi ini semakin rumit karena armada penjaga pantai Amerika Serikat sedang difokuskan pada tugas di wilayah Asia.

Kekuatan militer Iran memang telah melemah secara signifikan akibat ribuan serangan udara yang dilancarkan sebelumnya.

Krisis ini berakar dari gagalnya pembicaraan damai antara Washington dan Teheran yang diprakarsai oleh Donald Trump.

Perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah berlangsung intensif sejak akhir Februari lalu, menghancurkan banyak infrastruktur militer Iran.

Load More