-
Amerika Serikat memblokade total pelabuhan Iran setelah kegagalan negosiasi damai dengan Donald Trump.
-
Enam kapal komersial dipaksa putar balik dan harga minyak dunia melambung tinggi.
-
Blokade militer di Selat Hormuz mengancam keamanan pasokan energi global secara signifikan.
Meskipun pengawasan sangat ketat, aspek kemanusiaan diklaim tetap menjadi pertimbangan dalam operasi militer ini.
Distribusi bahan makanan dan obat-obatan masih mendapatkan lampu hijau dengan syarat pemeriksaan yang sangat teliti.
Keputusan Presiden Donald Trump ini secara instan membuat pasar minyak mentah global bereaksi keras.
Harga minyak dunia sempat menembus angka di atas 100 dolar AS per barel akibat ketidakpastian pasokan.
Blokade ini merupakan kelanjutan dari eskalasi perang enam minggu yang melibatkan pihak Israel dan Iran.
Para pengamat menilai langkah ini sebagai upaya sistematis untuk melumpuhkan ekonomi Teheran melalui embargo laut.
Namun, penghentian aktivitas di Selat Hormuz berisiko memicu serangan balasan yang lebih destruktif dari pihak Iran.
Tantangan Geopolitik di Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang menyalurkan seperlima dari total pasokan minyak global.
Baca Juga: Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran
Sejak konflik bersenjata pecah pada akhir Februari, harga komoditas energi ini telah melonjak hingga 50 persen.
"Vessel netral yang saat ini berada di dalam pelabuhan Iran telah diberikan masa tenggang untuk pergi," lapor badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris.
Situasi ini semakin rumit karena armada penjaga pantai Amerika Serikat sedang difokuskan pada tugas di wilayah Asia.
Kekuatan militer Iran memang telah melemah secara signifikan akibat ribuan serangan udara yang dilancarkan sebelumnya.
Krisis ini berakar dari gagalnya pembicaraan damai antara Washington dan Teheran yang diprakarsai oleh Donald Trump.
Perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah berlangsung intensif sejak akhir Februari lalu, menghancurkan banyak infrastruktur militer Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'