- Serangan militer Israel di Lebanon Selatan menghambat 63% konvoi bantuan kemanusiaan PBB akibat kendala keamanan dan koordinasi.
- Krisis kemanusiaan di Lebanon semakin kritis dengan rusaknya 80% pasar serta terbatasnya sumber daya bagi warga.
- AS memfasilitasi pertemuan diplomatik antara delegasi Lebanon dan Israel di Washington untuk meredakan ketegangan militer yang berkepanjangan.
Setelah kunjungan ke Beirut, Barry Andrews melihat langsung kelangkaan bantuan dasar serta memburuknya kondisi hidup para pengungsi.
Sementara itu, Amerika Serikat mencoba memfasilitasi pertemuan langka antara pejabat Lebanon dan Israel di Washington.
Pertemuan ini dipimpin Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan berlangsung sekitar dua jam. Rubio menyebut dialog tersebut sebagai momentum penting untuk mengakhiri ketegangan berkepanjangan.
“Ini adalah peluang bersejarah untuk memberi masa depan yang lebih baik bagi Lebanon dan memastikan Israel hidup tanpa rasa takut,” ujarnya dilansir dari Al Monitor.
Delegasi kedua negara dipimpin oleh Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter dan Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh.
Sayangnya, tidak ada jabat tangan dalam sesi awal, kedua pihak menyebut pembicaraan berlangsung konstruktif.
“Kami menemukan bahwa kami berada di sisi yang sama dalam banyak hal,” kata Leiter usai pertemuan.
Berita Terkait
-
Manuver AS! Coba Dudukan Lebanon dan Israel tapi Berakhir Tanpa Jabat Tangan
-
Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel
-
Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah
-
Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz
-
Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia
-
Rekrutmen Nasional 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Resmi Dibuka, Ini Syaratnya
-
Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal
-
RUU PPRT Belum Tuntas usai 22 Tahun, Koalisi Minta Presiden Segera Ambil Sikap
-
Stok Bensin dan Gas LPG Aman? Simak 5 Fakta Indonesia Borong Minyak Rusia
-
Sambil Dekap Buku Jokowis White Paper, Rismon Mengaku Bisa Tidur Nyenyak usai SP3
-
YouTube Hapus Video Lego Kritik Trump, Iran Murka: Pembungkaman Ala Barat
-
Antisipasi Lonjakan ISPA, Sudinkes Jaksel Siagakan Puluhan Fasilitas Kesehatan dan Kader
-
Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Korut Diam-diam Percepat Produksi Bom Nuklir
-
Warga Terkaya Tercatat Penerima JKN Bersubsidi, Menkes Janji Benahi Data