-
Penembakan Siswi Gaza di Kelas Matematika Bukti Pelanggaran Gencatan Senjata pada Zona Aman Militer
-
Tragedi Darah di Buku Catatan Ritaj Rihan Ungkap Kekejaman Penembak Jitu di Sekolah Gaza
-
Siswi Sembilan Tahun Tewas Ditembak Saat Belajar di Sekolah Abu Ubaida Gaza Utara Hari Ini
Suara.com - Tragedi berdarah yang menimpa Ritaj Abdulrahman Rihan mengungkap fakta pahit bahwa ruang kelas di Gaza utara bukan lagi tempat bernaung yang terlindungi.
Gadis berusia sembilan tahun itu meregang nyawa akibat peluru tajam saat sedang menekuni pelajaran matematika di Sekolah Abu Ubaida Bin al-Jarrah.
Insiden ini merobek klaim zona aman karena lokasi sekolah berada cukup jauh dari batas wilayah militer yang ditetapkan secara sepihak.
Kematian Ritaj menjadi simbol kehancuran harapan generasi muda Palestina yang mencoba bangkit dari trauma genosida melalui jalur pendidikan.
Darah yang membasahi buku catatan matematikanya menjadi bukti otentik bagaimana proses belajar mengajar berakhir menjadi ladang pembantaian.
Ritaj sedang berusaha memecahkan soal pengurangan empat digit ketika proyektil peluru menembus kepalanya tanpa peringatan apa pun.
Sekitar 40 rekan sekelasnya menjadi saksi mata saat bangku sekolah berubah menjadi tempat kejadian perkara yang mengerikan.
Meski sempat dilarikan ke fasilitas medis terdekat, nyawa siswi cerdas ini tidak tertolong sebelum orang tuanya sempat memberikan salam perpisahan.
Ayah korban, Abdulrahman, menyatakan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat paling netral dan aman bagi anak-anak untuk berkembang.
Baca Juga: Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran
“Setiap hari, saya mengantar putri saya ke sekolah agar dia bisa belajar seperti anak-anak lain di dunia,” ujar Abdulrahman kepada Middle East Eye.
Ironi Keamanan di Balik Garis Kuning Ilegal
Keluarga Rihan sebelumnya telah kehilangan tempat tinggal akibat serangan udara dan terpaksa bertahan hidup di dalam tenda darurat.
Semangat Ritaj untuk kembali bersekolah sangat tinggi setelah dua tahun proses pendidikannya terputus total akibat eskalasi konflik.
Sekolah tersebut berada sekitar dua kilometer dari "Garis Kuning", sebuah zona larangan masuk yang dipaksakan oleh militer Israel.
Pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata Oktober 2025 terus terjadi melalui aksi penembak jitu yang mengincar pemukiman sipil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI
-
Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas
-
Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni
-
Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030
-
Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah
-
Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan
-
Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!
-
Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi
-
Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti
-
Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah