- Pemprov DKI Jakarta membangun jalan layang di Latumenten dan Bintaro Puspita guna meningkatkan keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas.
- Pembangunan infrastruktur tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2030 dengan menggunakan skema anggaran tahun jamak atau multiyears.
- Kedua proyek tersebut menjadi skala prioritas pemerintah untuk membenahi perlintasan sebidang kereta api yang memiliki risiko kecelakaan tinggi.
Sementara itu, untuk sisi timur, panjang jalan layang tercatat 439,23 meter dengan lebar ROW sebesar 10 meter.
Di lokasi berbeda, Flyover Bintaro Puspita dirancang untuk mengurai kepadatan kendaraan yang kerap terjadi di perlintasan kereta api kawasan Bintaro.
Jalan layang ini akan memiliki panjang total 441 meter dengan lebar ROW 9 meter. Pemprov DKI Jakarta memastikan bahwa pengerjaan kedua proyek strategis ini akan menggunakan skema anggaran tahun jamak atau multiyears guna menjamin keberlangsungan konstruksi hingga selesai sesuai target.
Langkah Pemprov DKI Jakarta ini sejalan dengan kebijakan PT KAI Daop 1 Jakarta yang terus menekankan bahaya perlintasan liar.
Berdasarkan data operasional, perlintasan kereta api sebidang yang tidak resmi memiliki risiko kecelakaan yang sangat tinggi bagi pengguna jalan maupun perjalanan kereta api.
Sebagai langkah mitigasi, sebanyak 40 titik perlintasan sebidang liar telah ditutup secara bertahap sejak tahun 2023 hingga awal tahun 2025.
Data penutupan perlintasan liar oleh PT KAI menunjukkan tren yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023, terdapat 15 titik perlintasan liar yang berhasil ditutup.
Angka ini meningkat pada tahun 2024 dengan total 24 titik perlintasan yang ditiadakan. Memasuki awal tahun 2025, tercatat sudah ada satu titik perlintasan liar tambahan yang resmi ditutup demi menjaga keselamatan publik di sekitar jalur rel kereta api Jakarta.
Baca Juga: Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
Berita Terkait
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
Sidak Proyek Flyover Latumenten, DPRD DKI Soroti Penyempitan Lajur Picu Macet Parah
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Pompa Saja Tak Cukup! Pramono Kaji Pembangunan 'Jalan Melayang' untuk Atasi Banjir Daan Mogot
-
Rem Blong di Tanjakan Flyover Ciputat, Truk Tronton Tabrak Truk hingga Melintang
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas