News / Nasional
Jum'at, 17 April 2026 | 17:29 WIB
Koalisi Masyarakat Sipil Aksi Simbolik di Kemensetneg, Baca Surat Andrie Yunus untuk Prabowo. (Suara.com/Novian Ardiansyah)
Baca 10 detik
  • Kepala PSAD UII Masduki menegaskan penyelesaian kasus serangan terhadap aktivis Andrie Yunus bergantung pada kemauan politik Presiden Prabowo Subianto.
  • Masduki menolak motif pribadi dan menduga serangan tersebut merupakan kejahatan institusional sistemik yang melibatkan oknum anggota TNI berjenjang.
  • Pakar mengusulkan pembentukan tim pencari fakta independen serta pelibatan hakim ad hoc demi menjamin keadilan dalam proses peradilan.

"Berharap bahwa dalam proses peradilan resmi nantinya itu minimal ada hakim ad hoc-nya, atau hakim yang diimpor dari peradilan sipil, misalnya hakim yang menguasai masalah human rights ya," ujarnya.

"Apa maknanya? Biar bahwa ini harus dilihat tidak semata-mata kasus kriminal biasa," imbuhnya.

Terakhir, Masduki memperingatkan bahwa penuntasan kasus ini merupakan ujian bagi citra TNI dan kelangsungan demokrasi di Indonesia.

Ia berharap Presiden Prabowo mengambil langkah tegas sebelum momentum keadilan bagi Andrie Yunus benar-benar hilang.

"Masih ada waktu untuk misalnya melibatkan hakim ad hoc. Masih ada waktu juga bahkan untuk mungkin melibatkan unsur-unsur sipil dalam pembentukan tim penyelidikan. Tapi semua kembali kepada dua pihak, pertama TNI, yang kedua Presiden Prabowo," pungkasnya.

Load More