- Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Jerman Ralf Beste di Menteng, Jakarta, pada Jumat, 17 April 2026.
- Kedua tokoh mendiskusikan dinamika geopolitik Timur Tengah serta refleksi sejarah Konferensi Asia Afrika yang ke-71.
- Megawati berbagi pengalaman memimpin Indonesia melewati krisis multidimensi sebagai referensi antisipasi terhadap ancaman krisis ekonomi global.
Suara.com - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, di kediamannya di Menteng, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung selama lebih dari satu jam tersebut membahas dinamika geopolitik terkini hingga refleksi sejarah diplomasi Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Megawati didampingi oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah, serta Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid.
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa salah satu topik utama yang dibicarakan adalah situasi keamanan di Timur Tengah dan peringatan ke-71 Konferensi Asia Afrika (KAA).
"Ibu Megawati dan Dubes Ralf Beste membahas geopolitik termasuk situasi saat ini di Timur Tengah dan tentang Konferensi Asia Afrika (KAA Bandung) yang besok akan diperingati ke-71 tahun," kata Hasto usai pertemuan, dikutip dalam keterangan resmi PDIP, Jumat (17/4/2026).
Dalam dialog tersebut, Dubes Ralf Beste menyatakan kekagumannya terhadap sejarah kepeloporan Bung Karno dalam KAA setelah dirinya berkunjung langsung ke Museum KAA di Bandung.
"Tergores sejarah kepeloporan Bung Karno dalam KAA tersebut. Menurut Dubes Jerman, pemikiran dan spirit KAA masih relevan," ujar Hasto mengutip pernyataan Dubes Ralf.
Menanggapi hal itu, Megawati berbagi cerita emosional saat ia mendampingi Presiden Soekarno menjadi delegasi termuda dalam KTT Gerakan Non-Blok di Beograd pada 1961. Di usia 14 tahun, ia sudah berinteraksi langsung dengan pemimpin dunia seperti Jawaharlal Nehru (India) dan Gamal Abdel Nasser (Mesir).
"Saat itu mereka saya panggil uncle (paman)," kenang Megawati sambil tersenyum.
Baca Juga: Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!
Selain aspek historis, pertemuan ini juga menyoroti ancaman krisis global akibat konflik bersenjata. Ketua DPP Bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah, menjelaskan bahwa Megawati menekankan pentingnya langkah antisipasi terhadap dampak ekonomi dunia, terutama akibat ketegangan di Iran dan Selat Hormuz.
Megawati juga menceritakan pengalamannya saat memimpin Indonesia keluar dari krisis multidimensi pasca-1997.
"Ibu Megawati memaparkan bagaimana pemerintahannya saat itu berhasil menstabilkan nilai tukar rupiah, membayar utang luar negeri Indonesia, dan berhasil menyelesaikan krisis," kata Basarah.
Lebih lanjut, Basarah menyebut Megawati menyoroti tantangan dunia saat ini yang dihadapkan pada ancaman krisis ekonomi baru.
"Ibu Megawati juga menceritakan pengalamannya yang tidak mudah menyelesaikan krisis multidimensi ketika menjadi Presiden Kelima RI dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan di BPPN hingga melunasi pinjaman ke IMF. Mengapa itu disampaikan? Karena perang terhadap Iran dan dampak pemblokiran Selat Hormuz menjadikan dunia dihadapkan pada krisis yang harus diantisipasi," sambung Basarah mengutip arahan Megawati.
Sebagai bentuk apresiasi diplomatik, Megawati memberikan sejumlah literatur sejarah kepada Dubes Jerman, di antaranya buku teks pidato Bung Karno di KAA, pidato PBB berjudul To Build The World A New, serta buku Lahirnya Pancasila.
Berita Terkait
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!
-
Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas
-
Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok
-
Malaysia Mulai Krisis BBM Juni 2026, Bagaimana dengan Indonesia?
-
Momen Pertemuan Prabowo dan Putin di Istana Kremlin
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026