- Bareskrim Polri mengungkap praktik haji ilegal melalui penyalahgunaan visa, manipulasi dokumen negara ketiga, serta skema penipuan keuangan.
- Praktik tersebut dilakukan oknum biro perjalanan tidak berizin guna menarik calon jamaah dengan iming-iming keberangkatan haji tanpa antre.
- Polri membentuk Satgas Haji untuk menindak tegas penyelenggara ilegal dan melindungi masyarakat dari potensi kerugian materiil serta hukum.
Praktik ini sangat berisiko karena jika terjadi masalah hukum di luar negeri, perlindungan konsuler terhadap jamaah tersebut menjadi sangat rumit.
Selain itu, banyak jamaah yang akhirnya gagal berangkat dari embarkasi internasional utama seperti Jakarta, Surabaya, Batam, dan Makassar karena dokumen mereka terdeteksi bermasalah oleh petugas imigrasi.
Skema Ponzi dan Penggelapan Dana Haji
Selain masalah dokumen, Polri juga menyoroti aspek finansial yang merugikan jamaah. Ditemukan praktik penipuan dengan skema ponzi, di mana dana dari calon jamaah yang baru mendaftar digunakan untuk membiayai keberangkatan jamaah yang sudah lama menunggu.
Skema ini sangat rentan runtuh ketika jumlah pendaftar baru menurun, yang mengakibatkan jamaah terakhir gagal berangkat dan uang mereka raib.
Terdapat pula modus penggelapan dana dengan dalih keadaan kahar (force majeure). Oknum biro perjalanan seringkali menggunakan alasan situasi darurat yang tidak terduga untuk menghindari kewajiban mengembalikan uang jamaah yang gagal berangkat.
“Modus ini kerap dimanfaatkan oknum tertentu untuk melakukan praktik penipuan dan pemberangkatan nonprosedural yang merugikan masyarakat,” ujar Nunung.
Ancaman Biro Perjalanan Ilegal
Polri memberikan perhatian khusus pada menjamurnya biro perjalanan haji dan umrah yang tidak memiliki izin resmi. Biro-biro ini tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) maupun Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Kementerian Agama.
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
Ciri-ciri biro ilegal ini biasanya menggunakan identitas atau afiliasi palsu dengan travel besar yang sudah resmi. Mereka menawarkan paket perjalanan yang tidak transparan, tidak memiliki standar pelayanan yang jelas, serta tidak memberikan jaminan perlindungan bagi jemaah selama berada di luar negeri.
Hal ini seringkali berujung pada penelantaran jamaah di Arab Saudi tanpa kejelasan akomodasi dan transportasi.
Sebagai langkah nyata perlindungan masyarakat, Polri telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Haji dan Umrah.
Pembentukan satgas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi intensif dengan Kementerian Haji dan Umrah guna memastikan ekosistem ibadah haji bersih dari praktik kriminal.
Nunung mengatakan, Satgas Haji Polri akan mengedepankan tiga strategi utama, yakni upaya preemtif (imbauan), preventif (pencegahan), dan penegakan hukum yang tegas.
“Bareskrim Polri berkolaborasi dengan Kementerian Haji dan Umrah dalam penegakan hukum terhadap berbagai pelanggaran penyelenggaraan ibadah haji,” katanya.
Polri berkomitmen untuk menertibkan seluruh biro perjalanan ilegal yang masih nekat beroperasi dan merugikan calon jamaah.
Imbauan untuk Calon Jemaah
Mengingat tingginya risiko yang dihadapi, Polri meminta masyarakat untuk lebih selektif dan tidak mudah tergiur oleh janji manis keberangkatan instan.
Verifikasi legalitas biro perjalanan melalui aplikasi resmi Kementerian Agama menjadi langkah awal yang wajib dilakukan oleh setiap calon jamaah.
“Kami mengimbau masyarakat memastikan pendaftaran haji melalui jalur resmi, memverifikasi legalitas biro perjalanan, tidak tergiur tawaran haji tanpa antre, serta menggunakan visa haji resmi,” ujarnya.
Dengan mengikuti prosedur yang sah, jemaah tidak hanya mendapatkan kepastian keberangkatan, tetapi juga jaminan keselamatan dan kenyamanan selama menjalankan ibadah di tanah suci.
Berita Terkait
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
-
Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal
-
Omzet Miliaran! Bareskrim Bongkar Jaringan Gas N2O Whip Pink di 12 Kota
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian
-
Di Mana Membeli HP Murah Secara Online? Ini 6 Toko Terpercaya dan Ada Garansi Resmi
-
Konflik AS - Iran Meluas, Harga Minyak Brent Merangkak Naik ke 85,28 Dolar AS
-
Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok
-
Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!
-
Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia
-
IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000
-
Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi
-
Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran
-
Hartanya Terkuras, Putra Pengetik Naskah Proklamasi Hidup Sulit di Bekasi