- Pasukan Garda Revolusi Iran menembaki kapal tanker di perairan dekat Oman pada Sabtu, 18 April 2026.
- Insiden terjadi saat ketegangan meningkat akibat kebijakan Iran memperketat kendali atas jalur pelayaran Selat Hormuz.
- Seluruh awak kapal dilaporkan selamat meskipun terjadi eskalasi konfrontasi maritim antara pihak Iran dan Amerika Serikat.
Sejumlah kapal komersial dilaporkan terkena serangan drone, rudal, hingga proyektil sejak konflik memanas pada akhir Februari.
Garda Revolusi Iran sebelumnya telah memperingatkan akan menargetkan kapal yang melintas tanpa izin.
Insiden penembakan terbaru ini dinilai sebagai realisasi ancaman tersebut.
Sementara itu, pemerintah Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz saat ini berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjatanya.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbia.
Dalam keterangannya, Iran menyebut jalur pelayaran strategis tersebut tetap beroperasi seperti sebelumnya, namun dengan pengawasan sangat ketat.
Kebijakan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
“Iran mengizinkan sejumlah terbatas kapal tanker minyak dan kapal komersial melintas secara terkelola,” ujar juru bicara pemerintah Iran seperti dikutip dari Tasnim News.
Namun, Iran menuding Amerika Serikat telah berulang kali melanggar komitmen.
Baca Juga: Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali
Washington bahkan disebut melakukan tindakan perompakan dengan dalih menjalankan blokade.
“Sebagai hasilnya, kontrol atas Selat Hormuz telah dikembalikan ke kondisi sebelumnya, dan jalur strategis ini berada di bawah manajemen ketat angkatan bersenjata,” tegasnya.
Lebih lanjut, Iran menyatakan situasi ini akan terus berlangsung selama AS belum mencabut pembatasan terhadap pergerakan kapal.
Termasuk kapal yang berangkat dari Iran maupun yang menuju ke negara tersebut.
Berita Terkait
-
Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar
-
Kami Lapar! Suara Marinir AS di Tengah Perang Iran: Makanan Minim, Moral Prajurit Anjlok
-
Lebih Enak MBG? Penampakan Makanan Tak Layak Prajurit AS Saat Perang Lawan Iran
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
Terkini
-
Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!
-
JK Pertimbangkan Lapor Balik Pelapor Kasus Dugaan Penistaan Agama: Mereka Memfitnah Saya!
-
JK Klarifikasi Pernyataan Soal Poso-Ambon: Saya Bicara Realita Sosiologis, Bukan Dogma Agama
-
10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO
-
Menggugat Algoritma, Prof Harris Arthur: Hukum Harus Lampaui Dogmatisme Klasik
-
Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian
-
Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman
-
Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya
-
Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026
-
Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini