- Presiden Donald Trump menanggapi tindakan Iran yang kembali menutup Selat Hormuz meski komunikasi kedua pihak masih berlangsung.
- Militer Iran memperketat pengawasan di Selat Hormuz sebagai strategi menekan ekonomi dunia dan melawan blokade Amerika Serikat.
- Insiden penembakan kapal meningkatkan kekhawatiran global terhadap keamanan jalur distribusi minyak serta potensi ketegangan militer lebih lanjut.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyindir Iran setelah kembali menutup Selat Hormuz, hanya sehari setelah menyatakan jalur vital itu dibuka.
Trump menilai langkah Teheran sebagai tindakan main-main di tengah kesepakatan damai. Namun menurut Trump, situasi situasi masih terkendali.
Ditegask oleh Trump komunikasi antara kedua pihak masih berlangsung.
“Kami memiliki pembicaraan yang sangat baik yang sedang berjalan,” ujar Trump kepada wartawan seperti dikutip dari Metro.uk.
Militer Iran menyatakan kendali Selat Hormuz kini kembali berada di bawah pengawasan ketat angkatan bersenjata.
Iran juga memperingatkan bahwa penutupan akan terus dilakukan selama blokade AS masih diberlakukan.
Ketegangan meningkat setelah laporan menyebut kapal tanker ditembaki dan sebuah kapal kontainer terkena proyektil tak dikenal.
Insiden ini menambah kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi minyak global.
Bagi Iran, penutupan Selat Hormuz merupakan senjata strategis untuk menekan ekonomi dunia sekaligus memberi tekanan politik kepada Washington.
Baca Juga: Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
Sementara bagi AS, blokade dinilai sebagai upaya melemahkan ekonomi Iran yang sudah tertekan.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan tegas bahwa angkatan laut siap menghadapi musuh-musuh Iran.
Mojtaba menegaskan kesiapan militer untuk memberikan kekalahan pahit kepada pihak lawan.
Trump sendiri mengirim sinyal beragam terkait kelanjutan gencatan senjata.
Trump bahkan membuka kemungkinan tidak memperpanjangnya jika situasi tidak membaik.
“Blokade akan tetap ada. Jika perlu, kami bisa kembali melakukan serangan,” kata Trump.
Berita Terkait
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO
-
Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot
-
BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek
-
Ketika Sensasi Berburu Hadiah Instan Jadi Daya Tarik Baru Konsumen
-
Sasar Hotel Hingga Kosan, Pemkab Bogor Wajibkan Pemilik Laporkan Indikasi Penyimpangan Seksual
-
BBRI Jadi Pilihan JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Atraktif