- Jusuf Kalla membantah tuduhan Rismon Sianipar yang menudingnya menjadi penyandang dana isu ijazah palsu Presiden Jokowi.
- Dalam jumpa pers di Jakarta, Jusuf Kalla menunjukkan bukti percakapan untuk menepis fitnah aliran dana lima miliar rupiah.
- Jusuf Kalla menegaskan peran historisnya dalam mendukung karier politik Jokowi, mulai dari Pilkada DKI hingga Pemilihan Presiden.
Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), secara terbuka menyatakan kekesalannya terhadap tudingan yang dilontarkan oleh Rismon Sianipar.
JK dituduh sebagai sosok di balik pendanaan atau bohir dalam perkara dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Tudingan ini mencuat di tengah dinamika politik yang kian memanas, di mana JK disebut-sebut memberikan dana segar untuk menggulirkan isu tersebut ke ranah publik.
Dalam keterangannya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam gerakan yang dipelopori oleh Rismon Sianipar maupun pakar telematika Roy Suryo.
JK mengaku memang sempat dihubungi oleh pihak-pihak tersebut, namun ia secara konsisten menolak untuk terlibat karena ingin menjaga posisi netral dalam pusaran konflik tersebut.
"Ini soal Rismon ini sudah melibatkan semua orang, dituduhlah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja. Jadi saya marah kenapa? Apalagi saya dituduh kasih Rp 5 M, mana saya kasih Rp 5 M? Ketemu aja tidak tahu saya, kenal pun tidak. Ini buktinya WA-nya. Tidak saya bilang," kata JK saat jumpa pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
JK merasa tuduhan sebagai bohir senilai Rp 5 miliar tersebut sangat tidak berdasar dan mencederai integritasnya.
Ia bahkan menunjukkan bukti percakapan WhatsApp untuk mempertegas bahwa tidak ada kesepakatan atau aliran dana sebagaimana yang dituduhkan oleh Rismon.
Menurut JK, namanya sengaja diseret-seret sebagai bentuk pengalihan isu dari persoalan yang sebenarnya sedang terjadi.
Baca Juga: Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya
Lebih lanjut, tokoh asal Makassar ini mengingatkan publik mengenai sejarah panjang hubungan politiknya dengan Jokowi.
JK menegaskan bahwa dirinya memiliki andil besar dalam memuluskan jalan Jokowi menuju kursi kekuasaan, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
JK mengklaim sebagai sosok yang menyodorkan nama Jokowi kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta tahun 2012 silam.
Peran JK tidak berhenti di situ. Saat momentum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, JK mengungkapkan bahwa Megawati Soekarnoputri memberikan syarat khusus sebelum merestui pencalonan Jokowi sebagai presiden.
Megawati disebut hanya akan menandatangani pencalonan tersebut jika Jusuf Kalla bersedia mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden, mengingat pengalaman JK yang dianggap jauh lebih senior di pemerintahan.
"'Kenapa Bu saya mesti wakil?', 'karena Pak JK yang paling berpengalaman, bimbinglah dia'. Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang'jangan, Pak Jusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Jusuf'. Ya bukan saya minta, bukan. Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzer buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya, ngerti?" imbuh JK.
Berita Terkait
-
Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus