News / Nasional
Minggu, 19 April 2026 | 12:05 WIB
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Jusuf Kalla membantah tuduhan Rismon Sianipar yang menudingnya menjadi penyandang dana isu ijazah palsu Presiden Jokowi.
  • Dalam jumpa pers di Jakarta, Jusuf Kalla menunjukkan bukti percakapan untuk menepis fitnah aliran dana lima miliar rupiah.
  • Jusuf Kalla menegaskan peran historisnya dalam mendukung karier politik Jokowi, mulai dari Pilkada DKI hingga Pemilihan Presiden.

Pernyataan keras ini disampaikan JK sebagai respons atas situasi terkini di mana dirinya juga menghadapi laporan polisi terkait potongan video ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang membahas tentang konsep 'mati syahid'.

JK mempertanyakan apakah rentetan kejadian ini, mulai dari tuduhan bohir hingga laporan polisi, merupakan bagian dari upaya politisasi terhadap dirinya.

Meskipun enggan berspekulasi terlalu jauh mengenai dalang di balik serangan-serangan tersebut, JK mencium adanya pola tertentu.

Ia merasa berbagai persoalan hukum dan tudingan miring ini muncul secara beruntun tepat setelah dirinya mengambil langkah tegas melaporkan Rismon Sianipar ke pihak kepolisian terkait fitnah pendanaan kasus ijazah Jokowi.

JK menganggap serangan balik dari para pendukung pihak tertentu atau "buzzer" ini sebagai upaya untuk membungkam sikap kritisnya.

JK juga menegaskan bahwa tanpa campur tangannya di masa lalu, peta karier politik Jokowi mungkin tidak akan mencapai titik puncaknya seperti sekarang ini.

Load More