- Pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei, mengancam Amerika Serikat dan Israel melalui kesiapan angkatan laut dalam peringatan Hari Angkatan Bersenjata.
- Pemerintah Iran kembali menutup Selat Hormuz secara ketat sebagai respons atas blokade pelabuhan yang dilakukan oleh pihak Amerika Serikat.
- Garda Revolusi Iran menegaskan akan terus mengontrol Selat Hormuz hingga Amerika Serikat mencabut seluruh pembatasan terhadap kapal-kapal Iran.
Suara.com - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, melontarkan ancaman baru terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah gencatan senjata.
Mojtaba Khamenei menegaskan angkatan laut Iran siap memberikan kekalahan pahit kepada musuh.
Pesan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Angkatan Bersenjata Iran.
Khamenei, yang jarang tampil di publik sejak serangan udara pada 28 Februari yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, menyampaikan pernyataan melalui kanal resmi pemerintah Iran.
“Seperti drone Iran yang menyerang cepat, angkatan laut kami juga siap memberikan kekalahan baru kepada musuh,” tulisnya.
Mojtaba Khamenei juga menegaskan bahwa militer Iran berdiri bersama rakyat dalam mempertahankan wilayah dan kedaulatan negara.
Dalam pernyataan lain, Khamenei bahkan mengklaim telah memperlihatkan kelemahan musuh kepada dunia.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menilai kekuatan militer Iran telah melemah drastis. Ia bahkan mengklaim armada laut Iran telah hancur.
“Militer mereka hancur, angkatan laut mereka sudah tidak ada,” ujar Trump dilansir dari NY Post.
Baca Juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
Sebelumnya, pemerintah Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026) sebagai respons atas blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhannya.
Keputusan ini diambil hanya beberapa jam setelah jalur vital tersebut sempat dibuka kembali.
Dilansir dari Aljazeera, militer Iran menegaskan bahwa kendali atas Selat Hormuz kini kembali ke kondisi sebelumnya dengan pengawasan ketat oleh angkatan bersenjata.
Di tengah penutupan tersebut, muncul laporan bahwa kapal cepat Iran menembaki sebuah kapal dagang yang mencoba melintas.
Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut blokade AS sebagai tindakan perompakan dan pencurian maritim.
IRGC menegaskan bahwa kontrol penuh atas selat akan tetap diberlakukan hingga Washington mencabut pembatasan terhadap kapal-kapal Iran.
“Selama AS tidak memulihkan kebebasan navigasi penuh bagi kapal dari dan menuju Iran, status Selat Hormuz akan tetap dikontrol ketat,” demikian pernyataan resmi militer Iran.
Berita Terkait
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi