News / Internasional
Minggu, 19 April 2026 | 14:50 WIB
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, melontarkan ancaman baru terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah gencatan senjata. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei, mengancam Amerika Serikat dan Israel melalui kesiapan angkatan laut dalam peringatan Hari Angkatan Bersenjata.
  • Pemerintah Iran kembali menutup Selat Hormuz secara ketat sebagai respons atas blokade pelabuhan yang dilakukan oleh pihak Amerika Serikat.
  • Garda Revolusi Iran menegaskan akan terus mengontrol Selat Hormuz hingga Amerika Serikat mencabut seluruh pembatasan terhadap kapal-kapal Iran.

Suara.com - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, melontarkan ancaman baru terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah gencatan senjata.

Mojtaba Khamenei menegaskan angkatan laut Iran siap memberikan kekalahan pahit kepada musuh.

Pesan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Angkatan Bersenjata Iran.

Khamenei, yang jarang tampil di publik sejak serangan udara pada 28 Februari yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, menyampaikan pernyataan melalui kanal resmi pemerintah Iran.

“Seperti drone Iran yang menyerang cepat, angkatan laut kami juga siap memberikan kekalahan baru kepada musuh,” tulisnya.

Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, akhirnya merilis pernyataan pertama setelah beredar kabar dirinya koma dan mengalami amputasi kaki akibat serangan udara AS–Israel. [Tangkap layar X]

Mojtaba Khamenei juga menegaskan bahwa militer Iran berdiri bersama rakyat dalam mempertahankan wilayah dan kedaulatan negara.

Dalam pernyataan lain, Khamenei bahkan mengklaim telah memperlihatkan kelemahan musuh kepada dunia.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menilai kekuatan militer Iran telah melemah drastis. Ia bahkan mengklaim armada laut Iran telah hancur.

“Militer mereka hancur, angkatan laut mereka sudah tidak ada,” ujar Trump dilansir dari NY Post.

Baca Juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Sebelumnya, pemerintah Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026) sebagai respons atas blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhannya.

Keputusan ini diambil hanya beberapa jam setelah jalur vital tersebut sempat dibuka kembali.

Dilansir dari Aljazeera, militer Iran menegaskan bahwa kendali atas Selat Hormuz kini kembali ke kondisi sebelumnya dengan pengawasan ketat oleh angkatan bersenjata.

Di tengah penutupan tersebut, muncul laporan bahwa kapal cepat Iran menembaki sebuah kapal dagang yang mencoba melintas.

Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut blokade AS sebagai tindakan perompakan dan pencurian maritim.

IRGC menegaskan bahwa kontrol penuh atas selat akan tetap diberlakukan hingga Washington mencabut pembatasan terhadap kapal-kapal Iran.

Load More