- Satresmob Bareskrim Polri menangkap lima pelaku sindikat pengedar uang palsu dolar Amerika Serikat di wilayah Provinsi Banten.
- Operasi yang berlangsung pada April 2026 tersebut berhasil menyita 874 lembar uang palsu pecahan 100 dolar AS.
- Kelima tersangka terdiri dari tiga broker, satu pemasok, dan satu penyedia utama yang kini diperiksa Dittipideksus Bareskrim.
"Tim bergerak ke Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, and berhasil mengamankan tersangka AP yang diduga sebagai pemasok ulang palsu kepada para perantara," terangnya.
Penangkapan AP menjadi kunci pembuka untuk menjangkau sosok yang lebih tinggi dalam hierarki jaringan ini.
Dari hasil interogasi terhadap AP, polisi mendapatkan informasi mengenai keberadaan penyedia utama uang palsu tersebut yang terdeteksi berada di wilayah Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Tanpa membuang waktu, Tim Satresmob Bareskrim Polri berangkat menuju Balaraja. Di sana, petugas berhasil menangkap pelaku berinisial AHS saat dirinya berada di sebuah warung makan.
Penangkapan ini dilakukan secara senyap untuk menghindari adanya upaya penghilangan barang bukti.
"AHS diduga sebagai penyedia utama uang palsu. Dari tersangka diamankan barang bukti berupa satu unit ponsel dan satu dompet," ujar Arsya.
Dengan tertangkapnya AHS, polisi berhasil mengamankan rantai peredaran mulai dari penyedia utama, pemasok, hingga broker atau perantara.
Kelima tersangka yang telah diamankan tersebut langsung dibawa ke Markas Satresmob Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan intensif guna menggali informasi mengenai lokasi percetakan uang palsu tersebut.
Setelah pemeriksaan awal di Satresmob selesai, kasus ini kemudian dilimpahkan ke Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri.
Baca Juga: Gudang Pangan Ilegal di Pontianak Diobrak-abrik Bareskrim, 23 Ton Bawang Disita
Pelimpahan ini dilakukan karena Dittipideksus memiliki kewenangan khusus dalam menangani perkara kejahatan mata uang dan ekonomi makro.
Hingga saat ini, penyidik masih mendalami motif dan sudah berapa lama jaringan ini beroperasi di wilayah Banten dan sekitarnya. Polisi juga melacak kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain yang membantu proses produksi atau pendanaan sindikat ini.
"Kami masih terus mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas dalam kasus ini," kata Arsya.
Berita Terkait
-
Latihan Manasik Jamaah Calon Haji di Tangsel
-
Gudang Pangan Ilegal di Pontianak Diobrak-abrik Bareskrim, 23 Ton Bawang Disita
-
Bareskrim Sita 23 Ton Pangan Ilegal di Pontianak, Pemasok Utama Diburu
-
Waspada! Polri Bongkar 7 Modus Haji Ilegal, Dari Visa Ziarah Hingga Skema Ponzi Rugikan Jemaah
-
Omzet Miliaran! Bareskrim Bongkar Jaringan Gas N2O Whip Pink di 12 Kota
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku
-
Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya
-
10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
-
KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina
-
Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media