-
Enam warga sipil tewas dalam aksi teror penembakan massal di sebuah supermarket Kyiv.
-
Pelaku kelahiran Moskow tewas diterjang peluru pasukan khusus setelah menyandera sejumlah pengunjung toko.
-
Presiden Zelensky memerintahkan investigasi mendalam terhadap motif pelaku dan kegagalan respons oknum polisi.
Situasi mencekam ini sempat membuat komunikasi dengan pelaku buntu karena pria tersebut menolak untuk berinteraksi dengan negosiator.
Petugas negosiator polisi menyatakan bahwa pelaku sama sekali tidak memberikan respons atau tuntutan apa pun selama pengepungan berlangsung.
Setelah 40 menit tanpa kepastian, unit respons cepat dari Kepolisian Nasional meluncurkan serangan taktis untuk melumpuhkan ancaman tersebut.
Kontak tembak tidak terhindarkan ketika pelaku mencoba melawan petugas saat akan ditangkap di dalam area perbelanjaan.
"Setiap detail harus diperiksa, penyelidik sedang bekerja dengan beberapa teori," tegas Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menanggapi perkembangan kasus ini.
Zelensky juga mengonfirmasi bahwa empat orang yang sempat disandera di dalam toko berhasil diselamatkan tanpa luka tambahan.
Evaluasi Kinerja Aparat Penegak Hukum
Selain fokus pada pengejaran motif pelaku, internal kepolisian Ukraina kini menghadapi sorotan tajam terkait perilaku personel di lapangan.
Sebuah rekaman video yang beredar memperlihatkan sejumlah petugas justru melarikan diri dari lokasi saat suara tembakan pertama kali terdengar.
Baca Juga: Fakta Mengerikan Penembakan 8 Anak di AS: Pelaku Eks Tentara, 7 Korban Anak Kandung Tersangka
Ivan Vyhivskyi selaku Kepala Kepolisian Nasional Ukraina langsung menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh terhadap perilaku tidak terpuji para anggotanya.
Ketegasan diambil dengan menonaktifkan sementara para petugas yang terlibat sambil menunggu hasil investigasi internal selesai dilakukan.
Gema kegagalan prosedur ini membuat Yevhen Zhukov, kepala polisi patroli Kyiv, memilih untuk melepaskan jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Penembakan massal merupakan peristiwa yang sangat langka di Ukraina meskipun kepemilikan senjata api di kalangan warga cukup tinggi.
Pelaku diketahui pernah tinggal lama di wilayah Donetsk dan memiliki rekam jejak kriminal di masa lalunya sebelum beraksi di Kyiv.
Keanehan muncul saat apartemen tempat tinggal resmi pelaku dilaporkan terbakar hampir bersamaan dengan waktu dimulainya serangan di jalanan.
Sejarah mencatat bahwa sejak kemerdekaannya, Ukraina sangat jarang menghadapi insiden kekerasan sipil berskala besar seperti yang terjadi akhir pekan ini.
Kasus ini menjadi ujian bagi stabilitas domestik Kyiv di saat fokus nasional sedang terbagi pada konflik pertahanan negara yang lebih besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah