-
Enam warga sipil tewas dalam aksi teror penembakan massal di sebuah supermarket Kyiv.
-
Pelaku kelahiran Moskow tewas diterjang peluru pasukan khusus setelah menyandera sejumlah pengunjung toko.
-
Presiden Zelensky memerintahkan investigasi mendalam terhadap motif pelaku dan kegagalan respons oknum polisi.
Suara.com - Tragedi kemanusiaan melanda pusat kota Kyiv saat aksi penembakan brutal secara acak merenggut nyawa enam warga sipil.
Pemerintah Ukraina kini menetapkan status penyelidikan terorisme atas serangan mematikan yang terjadi di kawasan distrik Holosiivskyi tersebut.
Dikutip dari CNN, langkah hukum ini diambil untuk membedah motif di balik tindakan keji pria bersenjata yang sempat menyandera pengunjung sebuah pusat perbelanjaan.
Kejadian yang berlangsung pada hari Sabtu ini menjadi alarm keras bagi keamanan publik di tengah situasi negara yang sedang bergejolak.
Otoritas keamanan mengonfirmasi belasan korban lainnya mengalami luka-luka serius akibat serangan tanpa peringatan tersebut.
Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko mengungkapkan bahwa pelaku merupakan seorang pria berusia 58 tahun yang memiliki latar belakang kelahiran Moskow.
Penyerangan bermula saat pelaku melepaskan tembakan membabi buta di jalanan sebelum akhirnya melarikan diri ke dalam supermarket Velmart.
Di lokasi tersebut, pelaku kembali menghabisi nyawa satu orang lainnya dan menjadikan pengunjung sebagai tameng hidup.
"Dia bertindak secara kacau. Dia mendekati setiap orang... dia hanya menembak orang dari jarak dekat," ungkap Menteri Dalam Negeri Ukraina Ihor Klymenko.
Baca Juga: Fakta Mengerikan Penembakan 8 Anak di AS: Pelaku Eks Tentara, 7 Korban Anak Kandung Tersangka
Berdasarkan laporan pemeriksaan awal, senjata otomatis yang digunakan oleh pelaku ternyata merupakan senjata api yang terdaftar secara resmi.
Dampak Memilukan Bagi Warga Sipil
Di antara para korban yang sedang berjuang di rumah sakit, terdapat seorang anak laki-laki kelahiran 2015 yang menderita luka tembak.
Keluarga bocah tersebut hancur seketika setelah sang ayah dan bibinya tewas di lokasi kejadian, sementara ibunya dalam kondisi kritis.
Walikota Kyiv Vitali Klitschko melaporkan bahwa sembilan orang sedang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat luka peluru.
Enam warga lainnya yang berada di lokasi kejadian juga harus mendapatkan tindakan medis darurat dari tim paramedis lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
Terkini
-
Anime Jepang Jadi 'Minyak Baru', Gaya Hidup Remaja Arab Saudi Berubah Total
-
Sidang Korupsi Chromebook: Bos Google Scott Beaumont Bantah Ada Kesepakatan dengan Nadiem Makarim
-
Viral Pemusnahan Ikan Sapu-sapu di Jakarta, Bolehkah Mengubur Hewan Hidup-hidup Menurut Islam?
-
Jaksa Resmi Tuntut Mantan Wali Kota Kasus Ijazah Palsu dengan Pasal Berlapis
-
RUU PPRT Resmi Dibahas, DPR dan Pemerintah Kebut Payung Hukum untuk 4 Juta PRT
-
Mendagri Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Perkotaan di Tengah Isu Urbanisasi
-
LPG Nonsubsidi Naik, Berapa Harga Gas 3 Kg Sekarang? Cek Update Harga Resmi di Sini!
-
Kebakaran di Gedung Pemdes Kemendagri, 18 Unit Damkar Dikerahkan
-
Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon
-
Kapal Perang Ada di Selat Malaka, TNI Buka Suara