- Penembakan massal terjadi di kawasan Pedestrian Mall, dekat kampus University of Iowa, pada Minggu dini hari.
- Insiden tersebut melibatkan seratus orang yang berkelahi hingga mengakibatkan lima korban luka dan satu kritis.
- Polisi kini memburu lima terduga pelaku penembakan dan mengimbau masyarakat untuk segera memberikan informasi identitas mereka.
Suara.com - Insiden penembakan massal terjadi di dekat kawasan kampus University of Iowa, Amerika Serikat, Minggu (19/4) dini hari waktu setempat.
Polisi mengonfirmasi lima orang terluka setelah kericuhan besar yang melibatkan puluhan orang berujung tembakan.
Pihak keamanan Kota Iowa menyebut satu korban dalam kondisi kritis, sementara empat lainnya dilaporkan stabil.
“Satu korban dalam kondisi kritis dan empat lainnya stabil,” tulis otoritas dalam pernyataan resmi seperti dilansir dari NY Post.
Polisi juga merilis foto lima pria yang disebut sebagai terduga pelaku dan meminta bantuan publik untuk mengidentifikasi mereka.
Masyarakat Iowa yang memiliki informasi diminta segera menghubungi aparat penegak hukum.
Kericuhan bermula sekitar pukul 01.45 waktu setempat di kawasan Pedestrian Mall, area hiburan populer yang berada dekat kampus.
Sekitar 100 orang dilaporkan terlibat dalam perkelahian sebelum suara tembakan terdengar.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan situasi kacau, dengan puluhan orang saling berkelahi sebelum kepanikan terjadi.
Baca Juga: Kerusakan Serangan Iran ke Israel, Bikin 1000 Lebih Rumah Tak Layak Huni
Hingga kini, polisi masih menyelidiki motif di balik insiden tersebut dan memburu pihak yang diduga terlibat.
Sementara itu, Presiden universitas Iowa, Barbara Wilson, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut.
“Saya memikirkan para mahasiswa dan keluarga mereka, serta semua yang terdampak dan merasa terguncang,” ujarnya dilansir dari PBS News.
Gubernur Iowa, Kim Reynolds, juga mengecam kejadian itu dan menyebutnya sebagai tindakan kekerasan yang tidak masuk akal.
Kim Reynolds memastikan dukungan penuh pemerintah negara bagian dalam proses penyelidikan.
Berita Terkait
-
Kerusakan Serangan Iran ke Israel, Bikin 1000 Lebih Rumah Tak Layak Huni
-
Iran Balas Dendam Tembak Kapal Amerika Serikat Setelah Kapal Kargonya Dicegat di Teluk Oman
-
Orang Dekat Donald Trump Pastikan Selat Hormuz Tidak Bakal Dibuka Sampai Ini Terjadi
-
Donald Trump Cari Musuh Baru! Washington Ancam Kuba: Bebaskan Tapol atau Kami Serang
-
Kabur Saat Teror Penembakan di Supermarket Kyiv, Dua Polisi Ini Bernasib Apes
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
PM Jepang Minta Warganya Evakuasi ke Tempat Lebih Tinggi Usai Peringatan Tsunami 3 Meter
-
Ada Apa? Prabowo Mendadak Panggil Sejumlah Menteri dan Bos Pindad ke Istana Siang Ini
-
Kerusakan Serangan Iran ke Israel, Bikin 1000 Lebih Rumah Tak Layak Huni
-
Fakta Baru Aksi Pasukan Israel Hancurkan Patung Yesus, IDF: Gak Ada Niat!
-
Pasien RI Masih Berobat ke Luar Negeri, Pakar Dorong Integrasi Layanan Kesehatan ASEAN
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Gedung Kemendagri di Pasar Minggu Kebakaran, 75 Personel Damkar Berjibaku Padamkan Api
-
Eks Penyidik KPK Beberkan Modus Koruptor: Biayai Hidup Perempuan Muda untuk Samarkan Aset
-
Anime Jepang Jadi 'Minyak Baru', Gaya Hidup Remaja Arab Saudi Berubah Total
-
Sidang Korupsi Chromebook: Bos Google Scott Beaumont Bantah Ada Kesepakatan dengan Nadiem Makarim