-
Serangan Iran merusak 1.000 apartemen di Tel Aviv hingga tidak layak huni.
-
Kerugian ekonomi akibat perang selama enam minggu mencapai 17,5 miliar dolar AS.
-
Warga mengajukan 30.000 klaim ganti rugi atas kerusakan bangunan dan kendaraan pribadi.
Kementerian Keuangan setempat memproyeksikan kewajiban pembayaran kompensasi mencapai 6,5 miliar shekel hanya untuk periode operasi militer tertentu saja.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 30.000 warga telah mengajukan permohonan resmi untuk mendapatkan kompensasi melalui otoritas pajak terkait.
Data resmi merinci bahwa sebanyak 18.408 petisi diajukan khusus untuk melaporkan kehancuran properti bangunan yang bersifat struktural dan permanen.
Selain bangunan, sebanyak 6.617 warga melaporkan kerusakan pada kendaraan pribadi mereka yang terkena serpihan ledakan rudal di jalanan.
Terdapat pula 2.594 klaim yang melibatkan kehilangan peralatan pribadi serta inventaris usaha milik warga yang hancur akibat guncangan bom.
Dampak destruktif ini tidak hanya terkonsentrasi di Tel Aviv, tetapi juga meluas ke wilayah sekitarnya seperti Ramat Gan dan Bnei Brak.
Lokasi Terdampak dan Gencatan Senjata
Serpihan proyektil dan puing-puing hasil intersepsi rudal dilaporkan menghujani pemukiman padat penduduk yang memicu kerusakan berantai di wilayah penyangga.
Eskalasi serangan ini sebelumnya berlangsung sejak akhir Februari hingga menyebabkan puluhan korban jiwa di pihak sipil akibat ledakan hebat.
Baca Juga: Iran Ngamuk! Drone Teheran Hantam Kapal AS, Balas Dendam Atas Pembajakan Maritim
Teheran melakukan serangan tersebut sebagai bentuk aksi balasan terhadap rangkaian serangan militer yang sebelumnya menghantam wilayah kedaulatan tanah Iran.
Ketegangan militer ini baru mulai mereda setelah adanya pembicaraan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang difasilitasi di Islamabad.
Meskipun gencatan senjata telah dilakukan, hingga kini belum ada kesepakatan perdamaian komprehensif yang menjamin keamanan jangka panjang di kawasan tersebut.
Perang antara Iran dan Israel yang berlangsung selama 40 hari ini bermula pada 28 Februari dan sempat terhenti pada 8 April 2024.
Ketegangan ini melibatkan serangan balasan dari Teheran yang menggunakan rudal balistik dan drone untuk menyasar pusat populasi utama di Israel.
Dampak dari konflik ini tidak hanya merenggut nyawa warga sipil, tetapi juga meluluhlantakkan sektor ekonomi dan infrastruktur hunian di kota-kota besar.
Saat ini, Israel harus menanggung beban fiskal yang sangat berat untuk memulihkan kembali kondisi sosial dan ekonomi negaranya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Ketika Alam Dikorbankan demi Penerimaan Negara yang Tak Sebanding
-
Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik
-
Simfoni Mobilitas Jakarta: Menemukan Ketenangan Lewat Integrasi Transportasi Publik
-
Cegah Gugatan Berulang di MK, DPR Matangkan RUU Pemilu agar Lebih Sempurna
-
2 Juta Warga Tumpah Ruah di Madrid Sambut Timnas Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026
-
Rupiah Paling Kuat se-Asia, Tembus Level Rp17.888 per Dolar AS
-
Jakarta IP Market 2026 Hadir untuk Mendorong Lahirnya Kolaborasi dan Peluang Bisnis Baru
-
Bukan Sekadar Anak Kiai, Indah Permatasari Ungkap Sisi Pemberontak di Film Ibadah dan Cinta
-
Biaya Lepas WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Begini Reaksi Puan Maharani
-
Episode Gagal Bayar Korporasi RI Berlanjut