News / Internasional
Selasa, 21 April 2026 | 11:08 WIB
Konflik Iran memicu lonjakan biaya hidup di Inggris melalui kenaikan harga BBM, energi, dan hipotek. (Ilustrasi Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Konflik Iran menyebabkan kenaikan biaya hidup rumah tangga Inggris hingga ratusan poundsterling tahun ini.

  • Harga bensin dan diesel melonjak akibat fluktuasi harga minyak mentah di pasar internasional.

  • Suku bunga hipotek meningkat tajam, menghambat impian warga Inggris memiliki hunian dengan biaya rendah.

Langkah Bank of England untuk menurunkan suku bunga kini tertahan oleh strategi "tunggu dan lihat" terhadap perkembangan militer.

Warga Inggris kini dihantui oleh potensi kenaikan tagihan listrik dan gas yang diprediksi melonjak tajam pada musim panas.

Prediksi menunjukkan pengeluaran tahunan rumah tangga untuk energi bisa menembus angka 1.836 poundsterling akibat tingginya harga grosir.

Meskipun pemerintah menjanjikan bantuan, dukungan tersebut kini hanya akan difokuskan pada kelompok masyarakat yang paling rentan.

Pengguna minyak pemanas di wilayah pedesaan menjadi kelompok yang paling menderita karena tidak terlindungi oleh batas atas harga.

"Secara umum, kami mengharapkan pelanggan yang telah memesan minyak pemanas menerimanya pada harga yang disepakati. Pemasok harus jelas tentang apa yang mereka tagih dan persyaratannya harus adil," kata Emma Cochrane dari Otoritas Persaingan dan Pasar.

Implikasi Luas Terhadap Gaya Hidup dan Liburan

Krisis ini tidak hanya memukul kebutuhan pokok, tetapi juga merambah ke sektor pariwisata melalui kenaikan harga tiket pesawat.

Melambungnya harga bahan bakar jet memaksa maskapai penerbangan untuk mengurangi jadwal penerbangan atau membebankan biaya tambahan kepada penumpang.

Baca Juga: Bahlil Beri Peringatan Harga BBM Nonsubsidi Bisa Naik Terus, Jika...

Ketidakpastian ekonomi ini mendorong masyarakat untuk lebih banyak menabung daripada membelanjakan uang untuk hiburan.

Situasi geopolitik yang tidak menentu membuat perencanaan keuangan jangka panjang menjadi tantangan besar bagi setiap individu.

Pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan kini terancam melambat akibat rendahnya sirkulasi uang di sektor konsumsi masyarakat.

Krisis keuangan ini berakar dari eskalasi militer di Timur Tengah yang melibatkan Iran dalam konflik langsung dengan Israel.

Ketegangan tersebut mengganggu jalur pelayaran strategis dan produksi minyak, yang secara langsung mempengaruhi pasar global.

Inggris, sebagai negara yang sangat bergantung pada impor energi dan stabilitas pasar keuangan internasional, merasakan dampak instan melalui mekanisme harga grosir yang tidak stabil.

Load More