- Mantan pejabat AS, Daniel Benaim, mengakui negaranya sangat jauh tertinggal dari tujuan awal perang karena gagal melucuti rudal dan menggulingkan rezim Iran.
- Tokoh senior Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menolak keras negosiasi ala Donald Trump yang dianggap sebagai sarana pemaksaan untuk menyerahkan kedaulatan negara.
- Pakar Harvard mengungkap bahwa agresi AS justru menguras biaya dua miliar dolar per hari, angka yang jauh lebih mencekik dibanding dampak kerugian blokade atas Iran.
Suara.com - Amerika Serikat kini secara tragis dinilai sangat jauh tertinggal dari tujuan awal mereka saat pertama kali mengobarkan peperangan melawan Republik Islam Iran.
Kegagalan strategis ini terjadi di tengah rumitnya keterlibatan militer dan diplomatik pemerintahan Donald Trump yang justru memicu kebangkitan taktik perlawanan baru dari Teheran.
Alih-alih melumpuhkan kekuatan musuh, arogansi blokade militer yang dipaksakan AS di Timur Tengah justru membuat pengeluaran harian Pentagon membengkak hingga menyentuh angka dua miliar dolar Amerika.
Melesetnya Target Perang Washington
Fakta mengejutkan mengenai kegagalan strategi Washington ini diungkapkan langsung oleh Daniel Benaim, mantan wakil asisten menteri luar negeri AS untuk Urusan Jazirah Arab.
Benaim menilai bahwa momentum bagi Amerika Serikat untuk bisa mengklaim kemenangan secara mutlak sebenarnya sudah lewat dan sayangnya kesempatan itu tidak pernah diambil.
"Kami sekarang berada dalam keterlibatan militer yang sangat rumit dengan Iran dan keterlibatan diplomatik yang sangat rumit," ujarnya kepada jaringan media Al Jazeera.
Mantan pejabat tinggi tersebut secara blak-blakan menyebut bahwa AS telah gagal mencapai hampir setiap tujuan yang ditetapkannya sendiri saat pertama kali melancarkan perang.
"Kami berbicara tentang membatasi program nuklir Iran dengan cara yang berwibawa dalam jangka waktu yang lama. Bisa dibilang, beberapa di antaranya dapat dilakukan tanpa perang," ungkapnya mengkritik kebijakan pemerintah.
Baca Juga: Rusia Evakuasi Lebih dari 600 Staf dari Pembangkit Nuklir Bushehr di Iran
Kegagalan Menggulingkan Rezim Teheran
Menyoroti perihal pelucutan stok rudal Teheran, Benaim mengakui bahwa persediaan senjata tersebut masih utuh dan militer Iran justru sukses menemukan celah baru untuk mengancam dunia.
"Kami berbicara tentang mengatasi persediaan rudal Iran sehingga tidak dapat mengancam kawasan dan dunia. Saya pikir itu telah terjadi sampai batas tertentu, meskipun banyak dari rudal tersebut masih ada, dan Iran telah menemukan cara baru untuk mengancam kawasan dan Dunia dengan menutup Selat Hormuz dengan cara yang bahkan belum terlalu jelas sebelum perang ini," jelasnya.
Ambisi besar negara-negara Barat untuk menggulingkan susunan pemerintahan di Iran juga terbukti hanya menjadi angan-angan kosong belaka.
Meskipun serangan gabungan AS-Israel sebelumnya sempat menewaskan sejumlah pemimpin kunci Iran, rezim yang sama tetap berdiri kokoh dengan tokoh-tokoh pengganti yang jauh lebih tangguh dan pantang diajak kompromi.
"Jadi, pada semua tujuan tersebut, kami tertinggal cukup jauh dari saat kami memulai perang ini," kata Benaim menyimpulkan keputusasaan Amerika.
Berita Terkait
-
Menghitung Efek Domino Perang Iran: Keuangan Rumah Tangga, Harga BBM hingga Cicilan KPR
-
AS Akui 415 Serdadunya Jadi Korban Perang Iran, Mayoritas Otaknya Terganggu
-
Tegas! Iran Tolak Negosiasi di Bawah Ancaman Donald Trump Meski Ekonominya Hancur
-
Pasar Pantau Dialog AS-Iran, Harga Minyak Kembali Turun
-
Siapa Shamim Mafi? Sosialita Otak Transaksi Penyelundupan Senjata Senilai Rp1 T ke Sudan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program
-
PSIM Yogyakarta Pertahankan Empat Pemain Asing untuk Hadapi Musim 2026/2027
-
Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026
-
Soroti Dugaan TPPU Febrie Adriansyah, Akademisi Dorong Penerapan Pemberatan Pidana Eks Jampidsus
-
Fabio Quartararo Gabung Honda, Separuh Kursi MotoGP 2027 Sudah Terisi
-
Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez
-
Ironi Retret Magelang, 16 Kepala Daerah Tetap Kena OTT KPK Meski Sudah Dibriefing Prabowo
-
5 Tips Memilih Loose Powder yang Aman untuk Kulit Berjerawat, Hasil Flawless Tanpa Iritasi
-
Pakai Dokumen Palsu untuk Izin Tinggal, 10 WNA Investor Bodong Segera Diadili
-
Transformasi Danantara Dongkrak Laba Pelindo 60 Persen pada Semester I 2026