-
Perang Iran menyebabkan gangguan distribusi 20 persen pasokan fosfat dunia melalui Selat Hormuz.
-
Kebijakan bea impor pupuk dari Rusia dan Maroko memperparah lonjakan harga pangan domestik.
-
Penangguhan tarif impor mendesak dilakukan guna melindungi petani dan mencegah krisis kelaparan global.
Kedaulatan sebuah negara sangat bergantung pada kemampuannya untuk menyediakan pangan secara mandiri, murah, dan berkelanjutan bagi rakyatnya.
Pemerintah didesak untuk segera membekukan penerapan bea masuk tersebut hingga stabilitas pasar internasional kembali pulih dari guncangan konflik.
Langkah ini dianggap krusial untuk mencegah pendarahan ekonomi yang lebih dalam di sektor agrikultur dan menjaga keterjangkauan harga pangan.
Jika intervensi kebijakan tidak segera dilakukan, masyarakat harus bersiap menghadapi tagihan belanja yang jauh lebih mahal pada akhir tahun ini.
Krisis ini berakar dari kombinasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menyumbat jalur perdagangan energi serta kebijakan proteksionisme perdagangan Amerika Serikat.
Penerapan bea masuk (countervailing duties) awalnya bertujuan menciptakan persaingan adil terhadap subsidi asing, namun justru memicu kelangkaan saat pasokan global menyusut akibat perang.
Saat ini, dunia menghadapi tantangan ganda berupa inflasi energi dan krisis input pertanian yang saling berkaitan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
The Strokes Telanjangi Dosa Amerika Serikat, Kecam Agresi AS-Israel ke Iran
-
Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir 22 April, Begini Analisis Pakar Hubungan Internasional
-
11 Ilmuwan Nuklir Tewas Misterius, DPR AS Bakal Periksa Kementerian Perang
-
Menteri PPPA Bongkar Data Mengejutkan Soal Ketimpangan Gender di Indonesia, Apa Saja?
-
Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai
-
Menghitung Efek Domino Perang Iran: Keuangan Rumah Tangga, Harga BBM hingga Cicilan KPR
-
Respons Pernyataan Cak Imin, Gus Ulil: Dari Dulu NU Dipimpin Ulama!
-
Megawati di Hari Kartini: Terus Ajarkan Semangat Perjuangan Agar RI Terbebas dari Ketidakadilan
-
Media Belanda Soroti Kenapa Hari Kartini Tak Dijadikan Hari Libur Nasional?
-
AS Akui 415 Serdadunya Jadi Korban Perang Iran, Mayoritas Otaknya Terganggu