News / Internasional
Selasa, 21 April 2026 | 13:30 WIB
Ahmad Vahidi (FOX)
Baca 10 detik
  • Ahmad Vahidi pimpin IRGC, membawa ideologi radikal yang mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.

  • Rekam jejak Vahidi melibatkan serangan teror global dan penindasan brutal terhadap demonstran Iran.

  • Penunjukan ini memicu keraguan atas komitmen Iran terhadap gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Suara.com - Penunjukan Ahmad Vahidi sebagai pemimpin tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menandai babak baru ketegangan geopolitik Iran.

Vahidi kini menjadi sosok sentral yang menentukan nasib gencatan senjata di tengah tenggat waktu ketat dari Presiden Donald Trump.

Kehadirannya di puncak hierarki militer mengaburkan pengaruh Presiden Masoud Pezeshkian dalam pengambilan keputusan strategis negara tersebut.

Ahmad Vahidi (Fox/Nur Foto)

Para analis menilai langkah ini sebagai sinyal kuat bahwa mesin perang Teheran kini memegang kendali penuh atas kebijakan luar negeri.

Naiknya tokoh ekstrem ini memicu kekhawatiran besar akan kembalinya aksi konfrontasi bersenjata yang lebih brutal di kawasan Timur Tengah.

"Menurut standar apa pun, Vahidi dianggap sebagai seorang radikal bahkan di antara elit garis keras rezim, dan kenaikannya adalah peringatan bahwa mesin perang Teheran sekarang memegang kendali," kata Lisa Daftari, analis kebijakan luar negeri dan jurnalis, kepada Fox News Digital.

Daftari juga menekankan bahwa penempatan figur dengan masa lalu kelam membuktikan Iran sama sekali tidak melunak terhadap tekanan global.

"Menempatkan seseorang dengan rekam jejak yang begitu berdarah dan mematikan di pucuk pimpinan Korps Garda Revolusi menegaskan bahwa rezim ini tidak moderat di bawah tekanan. Sebaliknya," tambah Daftari, "rezim ini justru melipatgandakan orang-orang yang kariernya dibangun di atas penyanderaan, pembunuhan, dan penindasan domestik. Menurut standar apa pun, Vahidi dianggap sebagai seorang radikal bahkan di antara elit garis keras rezim, dan kenaikannya adalah peringatan bahwa mesin perang Teheran sekarang memegang kendali."

Kondisi politik formal di Iran saat ini terlihat semakin lemah karena kekuasaan bergeser ke jaringan informal militer.

Baca Juga: Bibit Bom Waktu Harga Pangan Bakal Meroket Imbas Perang AS - Iran Dimulai dari Sini

Struktur pemerintahan sipil mulai terpinggirkan oleh dominasi para perwira tinggi Garda Revolusi yang memiliki hubungan personal kuat.

Pengaruh Vahidi Melampaui Institusi Formal

Behnam Ben Taleblu, peneliti senior di Foundation for Defense of Democracies, menggambarkan Iran sebagai "sistem yang dijalankan oleh manusia, bukan hukum, namun sukses karena melembagakan kekuasaan mereka."

Keputusan krusial kini lebih banyak mengalir melalui tangan dingin para komandan lapangan daripada melalui meja birokrasi pemerintahan sipil.

Beni Sabti dari Institute for National Security Studies menyebut Vahidi sebagai figur yang jauh lebih dominan dibanding tokoh politik lainnya.

Kedekatan akses langsung kepada pemimpin tertinggi memberikan Vahidi kekuatan yang tidak tertandingi oleh pejabat militer mana pun saat ini.

Load More