- Pimpinan DPRD Kaltim menemui massa aksi di depan gedung DPRD pada Selasa (21/4/2026) untuk menanggapi tuntutan publik.
- DPRD Kaltim menandatangani pakta integritas sebagai komitmen politik untuk menjalankan tiga tuntutan masyarakat terkait tata kelola pemerintahan.
- Aliansi Masyarakat Kaltim mendesak evaluasi anggaran, pemberantasan KKN, serta optimalisasi fungsi pengawasan DPRD terhadap Pemerintah Provinsi Kaltim.
Suara.com - Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ekti Imanuel, bersama Wakil Ketua II Ananda Emira Moeis dan Wakil Ketua III, serta sejumlah anggota dewan lainnya, akhirnya menemui massa aksi dari Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur. Pertemuan tersebut berlangsung di depan Gedung DPRD Kaltim, Karang Paci, pada Selasa (21/4/2026), dan diakhiri dengan penandatanganan pakta integritas.
Pakta integritas tersebut ditandatangani oleh perwakilan Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur, pimpinan DPRD Kaltim, serta tujuh ketua fraksi sebagai bentuk komitmen bersama.
“Ini sepakat dan kita setujui, saya sebagai Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kaltim, dan Wakil Ketua II Ibu Nanda, dan Wakil Ketua III Ibu Yeni, beserta 7 ketua fraksi akan tanda tangan”, ujar Ekti di atas mobil komando di hadapan ratusan massa aksi.
Penandatanganan ini menandai kesiapan DPRD Kalimantan Timur untuk bertanggung jawab secara politik dan moral kepada masyarakat, sekaligus menjalankan tiga tuntutan yang diajukan. DPRD juga menyatakan kesediaannya menerima konsekuensi apabila tidak memenuhi komitmen tersebut.
Pakta integritas tersebut disusun sebagai bentuk komitmen politik dan moral wakil rakyat agar tidak bersikap pasif dalam menghadapi situasi yang merugikan masyarakat, sekaligus sebagai respons atas tuntutan publik.
Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur menilai bahwa dalam satu tahun terakhir, tata kelola pemerintahan Provinsi Kaltim diwarnai berbagai persoalan serius dan memprihatinkan. Oleh karena itu, DPRD didesak untuk menjalankan fungsi pengawasannya secara maksimal.
Secara konstitusional, DPRD Kaltim memiliki kewenangan pengawasan, termasuk melalui penggunaan hak angket sebagaimana diatur dalam Pasal 32 juncto Pasal 33 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang DPR, DPD, dan DPRD. Kewenangan ini dinilai penting untuk memastikan jalannya pemerintahan daerah tetap berada dalam koridor hukum dan kepentingan publik.
Adapun tiga tuntutan dari Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur adalah sebagai berikut:
- Melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi Kaltim di era Rudy Mas'ud
- Mendesak penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan Pemprov Kaltim
- Mendesak DPRD Kaltim untuk menjalankan fungsi pengawasan secara independen dan maksimal
Isu nepotisme yang disorot merujuk pada relasi antara Hasanuddin Mas'ud sebagai Ketua DPRD Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud selaku Gubernur Kalimantan Timur, serta Hijrah Mas’ud yang menjabat sebagai Wakil Ketua II Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) dan ditunjuk langsung, sehingga dinilai sarat kepentingan kekeluargaan.
Baca Juga: Tiga Tuntutan Demo Besar Kaltim Hari Ini: Audit Anggaran Rudy Masud hingga Independensi DPRD!
Massa aksi menegaskan akan memberikan tekanan publik secara masif apabila komitmen tersebut tidak dijalankan. Mereka juga menyatakan siap kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan tidak dipenuhi.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Tiga Tuntutan Demo Besar Kaltim Hari Ini: Audit Anggaran Rudy Masud hingga Independensi DPRD!
-
Demo Besar Kaltim Hari Ini: 1.700 Personel Gabungan Siaga di Kantor Gubernur Rudy Masud dan DPRD!
-
Berlangsung Masif dan Meluas, Komnas HAM Belum Temukan Dalang Kerusuhan Demo Agustus 2025
-
LNHAM Bongkar Dugaan Penyiksaan Massa Aksi Agustus 2025: Wajah Dilumuri Cabai dan Gigit Lonceng
-
Tim Independen LNHAM Ungkap Dugaan Pelanggaran HAM Oleh Negara Saat Demo 2025
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Siapa Ahmad Vahidi? Komandan Baru IRGC Iran Jadi Sosok Menakutkan Bagi AS dan Israel
-
Terbongkar! Lab Narkoba Vape Malaysia di Apartemen River Side Tangerang Jadi , Nilainya Rp762 Miliar
-
Kadis LH Jadi Tersangka Longsor Bantargebang, Rano Karno: Ini Konsekuensi yang Harus Dipikul
-
Clandestine Lab Vape Narkoba Terungkap di Tangerang, Polisi Sita Barang Bukti Senilai Rp762 Miliar
-
KPK: 91 Persen Koruptor Adalah Laki-laki
-
Sah! DPR Ketok Palu UU PPRT di Hari Kartini, Jutaan Pekerja Rumah Tangga Kini Punya Payung Hukum
-
Lebanon Pilih Negosiasi dengan Israel, Presiden Joseph Aoun Ungkap 3 Tujuan Utama
-
Kejam! Suami di India Masukkan Benda ke Rahim Istri, Korban Kritis di Rumah Sakit
-
Penembakan Massal di Piramida Teotihuacan, Turis Kanada Tewas Mengenaskan
-
Arab Saudi Sebut Konflik Timur Tengah Ancam Energi Global dan Stabilitas Ekonomi