- Anggota parlemen Hezbollah, Hassan Fadlallah, bersumpah akan meruntuhkan "Garis Kuning" Israel yang berupaya mencaplok sebagian wilayah Lebanon selatan.
- Hezbollah menolak tegas wacana pelucutan senjata dan mengecam upaya pemerintah Lebanon melakukan negosiasi langsung dengan penjajah Zionis Israel.
- Teheran dan Hezbollah terus berkoordinasi memantau pelanggaran gencatan senjata Israel untuk kemudian digunakan menekan AS melalui mediator Pakistan.
Islamabad saat ini memegang peranan krusial sebagai mediator utama yang menjembatani komunikasi antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat.
Syarat Mutlak Perdamaian yang Adil
Meskipun dalam posisi siaga tempur, Fadlallah menyatakan bahwa Hezbollah sebenarnya menghendaki agar masa gencatan senjata saat ini dapat terus dipertahankan.
"Kami ingin gencatan senjata terus berlanjut dan disertai dengan upaya tak kenal lelah agar tentara pendudukan mundur dari tanah kami dan agar semua pengungsi dapat kembali ke desa-desa mereka... serta pembebasan para tahanan dan kemudian program rekonstruksi," jelas Fadlallah.
Namun, pembela tanah Lebanon ini menolak mentah-mentah segala bentuk kesepakatan bias yang mengembalikan situasi ke masa pascaperang tahun 2024.
Israel diketahui tidak pernah berhenti membombardir Lebanon meskipun ada kesepakatan damai pada tahun 2024, dengan menggunakan dalih usang bahwa Hezbollah sedang mempersenjatai diri kembali.
"Tidak akan ada gencatan senjata sepihak," kata Fadlallah memperingatkan pihak musuh.
"Ketika pihak Israel melakukan pelanggaran dan serangan, perlawanan tentu tidak akan tinggal diam," tegasnya memastikan komitmen pembalasan.
Menolak Tunduk pada Tekanan Internal dan Negosiasi Langsung
Baca Juga: Tentara Israel yang Hancurkan Patung Yesus di Lebanon Dijatuhi Hukuman Ringan
Selama setahun terakhir, pemerintah di Beirut dilaporkan telah mengambil beberapa langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Hezbollah, termasuk komitmen pelucutan senjata pada 2025 dan pelarangan aktivitas militer.
Namun, Fadlallah memastikan bahwa kekuatan perlawanan ini adalah hak sah yang mustahil untuk dicabut oleh pihak mana pun.
"Tidak seorang pun di Lebanon atau di luar negeri yang akan mampu melucuti senjata perlawanan," ujar sang anggota parlemen.
Fadlallah juga mengecam keras upaya pemerintah Lebanon untuk terlibat dalam pembicaraan langsung dengan penjajah Israel terkait penghentian permusuhan.
Ia menyebut langkah diplomasi yang lemah tersebut sebagai "jalur politik untuk memberikan konsesi gratis" kepada pihak agresor.
"Adalah demi kepentingan Lebanon, presiden republik dan pemerintah untuk menjauh dari jalur negosiasi langsung dan kembali ke pemahaman nasional tentang pilihan terbaik bagi Lebanon," kata Fadlallah kepada AFP.
"Kami akan menolak dan menghadapi segala upaya untuk membebankan biaya politik pada Lebanon melalui konsesi yang dibuat untuk musuh Israel ini," tandasnya.
Harapan pada Diplomasi Poros Perlawanan
Hezbollah secara konsisten menunjuk pada peran krusial Republik Islam Iran dalam melindungi kedaulatan kawasan dari agresi hegemoni AS-Israel.
Gencatan senjata saat ini sangat bertumpu pada proses negosiasi tingkat tinggi antara Teheran dan Washington yang tengah difasilitasi di Islamabad.
Meskipun ketidakpastian masih membayangi arah perundingan tersebut, komitmen Iran untuk mendukung sekutunya di Lebanon menjadi perisai utama dalam menghadapi tekanan militer Barat.
Penetapan "Garis Kuning" oleh Israel sejatinya hanyalah satu dari sekian banyak upaya Zionis untuk melegitimasi pencaplokan wilayah berdaulat Arab yang secara konsisten terus digagalkan oleh pejuang perlawanan.
Berita Terkait
-
Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran
-
Biadab! Tentara Zionis dan Pemukim Ilegal Israel Bantai Warga Palestina di Tepi Barat
-
Perang AS vs Iran Bikin Harga Kondom Melejit: Permintaan Naik, Stok Menipis
-
2 Tentara Israel Dipenjara Usai Hancurkan Patung Yesus
-
Tumpahan Minyak Raksasa di Teluk Persia, Perang AS vs Iran Picu Bencana Ekologis
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Prudential Syariah Raup Pendapatan Rp1,05 Triliun di Q1 2026
-
Gantikan Nanik, Sudaryono Bisa Bereskan BGN dalam Dua Bulan Saja
-
Donald Trump: Iran Mau Banget Bertemu, Tapi Amerika Tak Tertarik
-
Buntut Ucapan Lu Punya Otak Gak?, Hotman Paris Resmi Dipolisikan PWI Malang Raya
-
Review Serum Viva untuk Flek Hitam dan Anti-Aging, Usia 40 Tahun ke Atas Wajib Tahu!
-
7 Macam Gorengan Korea Buat Teman Makan Tteokbokki, Gurih dan Renyah!
-
Mengapa Kritik Akademik Lebih Sibuk Dipersoalkan daripada Masalahnya?
-
Sudaryono Siap Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang: Doakan Saya Amanah
-
6 Rekomendasi Sunscreen yang Aman untuk Ibu Hamil sesuai Review dan Harga
-
Densus 88 Sikat Provokator Digital di Lampung