- Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan kapal perang Amerika Serikat melintasi Selat Malaka sebagai bagian rutin Freedom of Navigation Patrol.
- Pemerintah meluruskan terminologi akses wilayah udara menjadi overflight access yang memerlukan mekanisme pembahasan mendalam sesuai kedaulatan nasional.
- Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif serta terbuka menjalin perjanjian serupa dengan negara lain selain Amerika.
Suara.com - Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan kapal perang Amerika Serikat (AS) yang melintas di Selat Malaka bagian dari patroli di kawasan.
Menlu Sugiono menyebut hal itu bagian dari Freedom of Navigation Patrol.
"Saya kira mereka biasa ya, patroli di kawasan. Ada yang namanya Freedom of Navigation Patrol, kan," kata Sugiono di Kantor Staf Kepresidenan, Rabu (22/4/2026).
Menurut Sugiono hal tersebut merupakan hal baru. Ia menegaskan Freedom of Navigation Patrol bukan hal baru.
"Itu bukan baru kok, bukan sesuatu yang baru," ujarnya.
Sebelumnya, Sugiono juga menjelaskan mengenai blanket overflight yang belakangan menjadi perbincangan. Pertama, ia meluruskan terminologi tersebut.
"Saya kira terminologinya harus diluruskan, ya. Itu bukan blanket overflight, itu overflight access," kata Sugiono.
Sugiono lantas menjawab sejumlah anggapan dari pengamat bahwa rencana tersebut akan menyeret Indonesia ke dalam konflik global.
Ia mengaskan bahwa pemerintah terpilih telah disumpah untuk menjalankan konstitusi serta memiliki kewajiban untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Baca Juga: Kuota Dipangkas, Jalur Diubah: 30 Ribu Jemaah Iran Berangkat Haji di Tengah Perang
"Ada aspek kedaulatan di situ, kemudian meningkatkan kesejahteraan umum di situ. Jadi, saya tidak melihat urusannya sama menyeret Indonesia ke dalam konflik global," kata Sugiono.
Berbicara mengenai overflight access dengan pihak Amerika Serikat (AS), Sugiono menjelaskan hal itu perlu melewati proses dan mekanisme pembahasan lebih dahulu.
"Mekanismenya seperti apa dan sebagainya-sebagainya itu di Indonesia. Dan saya kira kedaulatan, kepentingan nasional itu juga pasti akan menjadi sesuatu yang utama. Itu satu," kata Sugiono.
Sugiono mengingatkan sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Oleh karena itu, pernjanjian serupa terbuka tidak hanya dengan AS melainkan negara lain.
"Sebagai negara yang memiliki tradisi dan politik luar negeri bebas aktif, ya perjanjian serupa itu juga kalau misalnya dilakukan dengan negara-negara lain, ya enggak ada masalah, kan gitu. Mekanismenya seperti apa, implementasinya seperti apa," kata Sugiono.
Berita Terkait
-
Kuota Dipangkas, Jalur Diubah: 30 Ribu Jemaah Iran Berangkat Haji di Tengah Perang
-
Warga Yordania Usir Militer AS, Sadar Negaranya Cuma Dijadikan 'Boneka'
-
Menlu Sugiono: Overflight Access AS Tetap Utamakan Kedaulatan dan Kepentingan Nasional
-
Jarang Hadir Rapat di Komisi I DPR, Ini Alasan Menlu Sugiono
-
Ogah Dijebak Donald Trump, Iran Boikot Negosiasi Islamabad dan Siapkan Serangan Balasan
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Kritik dr. Tan Shot Yen: Susu Bumil Gimmick Industri, Desak Program Makan Gratis Pakai Pangan Lokal!
-
Harga BBM dan Elpiji Non-Subsidi Naik, Tulus Cium Aroma Anomali di Lapangan, Apa Itu?
-
Kuota Dipangkas, Jalur Diubah: 30 Ribu Jemaah Iran Berangkat Haji di Tengah Perang
-
Akademisi Tekankan Pengawasan Ketat Aliran Dana Asing, Ini Alasannya
-
Jalur Haji Syam: Rute Legendaris dari Damaskus ke Madinah yang Sarat Makna Spiritual
-
Iran Gencatan Senjata, Israel Gempur Habis Gaza: Serangan Naik 46 Persen Kata PBB
-
Konflik Parkir di Blok M Memanas: Pemilik Lahan Diancam Dibakar hingga Dibunuh
-
Studi: Listrik Bersih Asia Tumbuh 37 Persen, Surya dan Angin Jadi Penggerak Utama
-
Dasco Lepas Keberangkatan Kloter I Jemaah Haji ke Mekkah Hari Ini
-
Geger Jejak Misterius di Mars, NASA Temukan Struktur Aneh seperti Sisik Hewan