News / Nasional
Rabu, 22 April 2026 | 19:58 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo berencana meningkatkan frekuensi konser grup K-pop di berbagai kota besar Indonesia guna mendukung ekonomi kreatif.
  • Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan rencana tersebut setelah kunjungan kenegaraan ke Seoul, Korea Selatan, pada April 2026.
  • Pemerintah Indonesia berhasil mengamankan kesepakatan ekonomi senilai Rp173 triliun melalui nota kesepahaman dengan pelaku usaha Korea Selatan.

"Tapi tentu saja, sekali lagi, kunjungan ini adalah merupakan suatu kunjungan di mana kita ingin menghasilkan sesuatu yang sifatnya dirasakan langsung oleh rakyat Indonesia dan hubungan kita dengan berbagai negara di dunia," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Selain membawa angin segar bagi industri hiburan, kunjungan kerja Presiden Prabowo ke beberapa negara di Asia Timur ini juga menghasilkan kesepakatan ekonomi yang sangat signifikan.

Sebelum bertolak ke Seoul, Presiden Prabowo terlebih dahulu mengunjungi Jepang dan berhasil mengamankan komitmen investasi yang fantastis.

Dalam pemaparannya, Menlu Sugiono menyebutkan bahwa di Jepang, Presiden Prabowo menyepakati komitmen investasi sebesar 23,6 miliar dolar AS atau jika dikonversikan mencapai sekitar Rp401 triliun.

Angka ini menunjukkan kepercayaan tinggi investor Jepang terhadap stabilitas ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan baru.

Sementara itu, hasil konkret dari kunjungan di Seoul, Korea Selatan, juga tidak kalah besar. Tercapai kesepakatan berupa penandatanganan berbagai nota kesepahaman (MoU) antarpelaku usaha dari kedua negara.

Total nilai kesepakatan ekonomi tersebut mencapai 10,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp173 triliun.

Kerja sama ekonomi ini mencakup berbagai sektor strategis, namun penguatan di sektor industri kreatif dan pertunjukan musik menjadi salah satu yang paling disorot oleh publik, khususnya kelompok usia produktif.

Dengan adanya dukungan langsung dari level kepala negara, hambatan birokrasi dalam penyelenggaraan acara berskala internasional diharapkan dapat diminimalisir, sehingga Indonesia bisa menjadi destinasi utama tur dunia grup-grup K-pop papan atas di masa depan.

Baca Juga: Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Apa Hambatan dalam Proses Negosiasi?

Load More