- Menlu Singapura Vivian Balakrishnan memperingatkan bahwa potensi konflik di Selat Malaka akan melampaui dampak krisis Selat Hormuz.
- Selat Malaka merupakan jalur vital bagi sepertiga perdagangan dunia dan pasokan energi utama negara-negara di Asia Timur.
- Singapura, Indonesia, dan Malaysia berkomitmen menjaga kebebasan navigasi meski menghadapi kompleksitas rivalitas kekuatan besar di kawasan tersebut.
Suara.com - Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, pernyataan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, menjadi sorotan. Dalam sebuah forum di Singapura, ia menyampaikan peringatan yang tidak biasa lugas.
Ia menyebut bahwa jika konflik besar pecah di kawasan Pasifik, apa yang saat ini terjadi di Selat Hormuz hanyalah gambaran awal dari krisis yang lebih besar.
"Jika perang pecah di Pasifik, apa yang Anda lihat di Selat Hormuz saat ini hanyalah sebuah latihan awal," ujar Vivian dilansir dari bihainews.
Pernyataan ini bukan sekadar spekulasi, melainkan sebuah penilaian strategis. Dunia, menurutnya, sedang berada di ambang fase konflik yang lebih luas, dan Selat Malaka berpotensi menjadi titik paling krusial.
Jalur Vital Perdagangan Dunia
Untuk memahami pentingnya Selat Malaka, kita perlu melihat posisinya dalam sistem perdagangan global. Selat ini menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik, serta menjadi jalur utama bagi sekitar sepertiga perdagangan laut dunia.
Berbagai komoditas penting melintasi jalur ini, mulai dari minyak mentah menuju Asia Timur hingga barang industri dari Eropa ke Asia. Negara-negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan sangat bergantung pada stabilitas jalur ini untuk pasokan energi mereka.
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, bahkan menegaskan bahwa sekitar 70 persen aliran energi dan perdagangan Asia Timur melewati Selat Malaka, bersama jalur lain seperti Selat Sunda dan Selat Makassar.
Jika jalur ini terganggu, dampaknya diperkirakan akan jauh lebih besar dibandingkan gangguan di Selat Hormuz.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Seputar Usulan Purbaya soal Selat Malaka yang Bakal Dikenakan Tarif
Komitmen Kebebasan Navigasi
Dalam pernyataannya, Balakrishnan menegaskan bahwa Selat Malaka dan Selat Singapura adalah jalur internasional yang harus tetap terbuka bagi semua pihak.
Singapura, bersama Malaysia dan Indonesia, tidak akan mendukung upaya apa pun untuk menutup, menghambat, atau mengenakan biaya tambahan terhadap pelayaran di jalur tersebut.
Namun, ada satu kalimat yang cukup mengundang perhatian. Saat ditanya apakah ada tekanan dari pihak tertentu, ia menjawab bahwa hingga saat ini belum ada, tetapi kemungkinan itu tetap terbuka.
"Saat ini belum ada, tetapi mereka kemungkinan besar akan melakukannya," ujarnya lagi.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Singapura mulai mengantisipasi potensi tekanan dari negara-negara besar, terutama dalam konteks rivalitas global.
Berita Terkait
-
5 Fakta Menarik Seputar Usulan Purbaya soal Selat Malaka yang Bakal Dikenakan Tarif
-
Kata-kata Menlu Singapura Tolak Purbaya Soal Tarif Selat Malaka
-
Media Malaysia Beberkan 3 Negara Terdampak Besar Jika Selat Malaka Kena Tarif
-
Blokade Militer Amerika Serikat Cegat Kapal Tanker Iran Dekat Perairan Indonesia
-
Menkeu Purbaya Usul Pajak di Selat Malaka, Malaysia-Singapura: Jangan Berani-berani!
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
Saiful Mujani Kembali Dipolisikan Soal Makar, Kuasa Hukum Bilang Begini
-
Cetak Pemimpin Antikorupsi, Gubernur Lemhannas Bawa Peserta P4N Belajar Langsung ke KPK
-
Pembahasan Formal RUU Pemilu Belum Dimulai, PAN Usul Jadi Inisiatif Pemerintah
-
Tanggapi Usulan KPK Soal Masa Jabatan Ketum Parpol, Sekjen Golkar: Demokrasi Internal Lebih Penting
-
Donald Trump Terima Laporan: 8 Demonstran Wanita Anti Rezim Iran Tak Jadi Dieksekusi Mati
-
Wamenkes Akui Dapat Laporan Dugaan Malpraktik Angkat Rahim di RS Muhammadiyah Medan
-
Viral Mobil Dinas Parkir di Trotoar, Satpol PP DKI Minta Maaf dan Jatuhkan Sanksi ke Anggota
-
Kapal Perang Siluman AS Senilai Rp392 Triliun Terbakar, 3 Pelaut Jadi Korban
-
Detik-detik Mencekam di Cipatat: Angkot Berhenti Bawa Pelajar Dihantam Fuso hingga Terguling!
-
Diduga Lakukan Kekerasan Verbal, Manager Kursus di Jakarta Utara Dipolisikan ke Polda Metro Jaya