-
Tentara Israel dilaporkan melakukan penjarahan besar-besaran terhadap properti warga sipil di Lebanon selatan.
-
Komandan militer Israel diduga membiarkan aksi pencurian barang berharga tanpa memberikan sanksi tegas.
-
Lemahnya penegakan hukum di perbatasan memfasilitasi normalisasi penjarahan oleh personel militer Israel.
Penghapusan pos pemeriksaan di titik keluar Lebanon selatan ditengarai menjadi penyebab utama barang jarahan lolos ke Israel.
Ketidaktegasan aturan membuat para tentara merasa memiliki kekebalan hukum saat merampas hak milik penduduk Lebanon.
“Ketika tidak ada hukuman, pesannya jelas,” tegas seorang tentara mengenai situasi yang terjadi di lapangan.
Militer Israel mengklaim telah melarang keras aksi tersebut dan akan mengambil langkah hukum jika diperlukan.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan pemeriksaan polisi militer di perbatasan sering kali tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Selain penjarahan, pasukan Israel juga dituduh melakukan penghancuran infrastruktur sipil secara sengaja di berbagai wilayah.
Aksi memasak di dalam rumah warga yang ditinggalkan menjadi bukti pelecehan terhadap ruang privat pengungsi Lebanon.
Sejak awal Maret, eskalasi perang besar-besaran telah mendorong invasi darat Israel semakin jauh ke pedalaman.
Meski ada kesepakatan gencatan senjata, penghancuran pemukiman dan pemboman terus berlangsung secara sporadis di zona konflik.
Baca Juga: PM Lebanon Sebut Israel Lakukan Kejahatan Perang Usai Serangan Udara Tewaskan Jurnalis Al Akhbar
Zona penyangga yang dibentuk Israel sejauh 10 kilometer kini menghalangi akses warga sipil kembali ke desa mereka.
Konflik antara Israel dan Lebanon mengalami eskalasi hebat sejak Oktober 2023, yang berujung pada invasi darat di wilayah selatan.
Selain pertempuran fisik dengan kelompok Hizbullah, laporan mengenai kejahatan perang termasuk penjarahan dan penghancuran properti sipil terus meningkat.
Investigasi oleh media Haaretz memperkuat dugaan bahwa militer Israel gagal mengendalikan perilaku prajuritnya di wilayah pendudukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Eks Tapol Turun Tangan, STPI Serahkan Amicus Curiae ke MA Bela Aktivis Demo Agustus 2025
-
Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
-
Modus Kencan di Kos Berujung Curas, Motor dan Ponsel Pria Kalideres Raib
-
Tepis Isu Bottleneck Karier, Kapolri Tegaskan Regenerasi Polri Tetap Berjalan Meski Ada UU Baru
-
Kunjungan Menteri P2MI ke BTP Perkuat Jalur Karier Internasional bagi SDM Hospitality
-
PT PMM Sebut TNI AL Bertindak Arogan Buka 15 Kontainer, Sengketa Ekspor Tambang Makin Memanas
-
Detik-Detik Mencekam! Jet Pribadi Meledak Usai Lepas Landas, Dua Pilot Tewas
-
Dugaan Pesta Sesama Jenis di Karawang, Wagub Jabar Minta Polisi Usut Tuntas
-
Jaksa Serang Balik Nadiem: Pleidoi Puitis tapi Tak Mampu Bantah Fakta Korupsi Chromebook
-
Vonis Ditambah Tanpa Saksi Mata, Serikat Tapol Ajukan Amicus Curiae Bela Dua Aktivis Demo Agustus