News / Metropolitan
Jum'at, 24 April 2026 | 14:58 WIB
Dua Pekerja Rumah Tangga (PRT) berinisial I (26) dan D (18) melompat dari lantai empat rumah di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat. [Suara.com/Dinda]
Baca 10 detik
  • Dua PRT melompat dari lantai empat rumah di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat pada Rabu, 22 April 2026.
  • Korban berinisial D meninggal dunia, sementara I selamat dan masih menjalani perawatan medis akibat luka serius.
  • Polisi menyelidiki agen penyalur dan majikan terkait dugaan pelanggaran kerja serta motif di balik peristiwa tersebut.

Suara.com - Kasus dua pekerja rumah tangga (PRT) yang nekat melompat dari lantai empat rumah di kawasan Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat, memasuki babak baru. Polisi memperluas penyelidikan dengan membidik peran agen penyalur hingga majikan korban.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung mengatakan pihaknya akan memanggil agen penyalur untuk mengurai latar belakang korban hingga proses penempatan kerja.

"Kami akan memanggil agen ART untuk didalami keterangannya,” ujar Reynold kepada wartawa, Jumat (24/4/2026).

Reynold menyebut keterangan agen dinilai krusial untuk mengungkap alasan di balik aksi nekat korban.

“Langkah ini penting agar penyidik mendapatkan informasi yang lengkap dan utuh. Sehingga penanganan perkara dapat dilakukan secara profesional, cermat, dan berimbang," katanya.

Selain itu, polisi juga masih memeriksa satu korban selamat berinisial R yang kini menjalani perawatan akibat luka serius.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap fakta didalami secara objektif. Di sisi lain, kami juga menaruh perhatian pada kondisi saksi yang selamat, termasuk aspek pemulihan dan pendampingannya," ujarnya.

Polisi membeberkan penyebab dua pekerja rumah tangga (PRT), berinisial R dan D nekat melompat dari sebuah bangunan kos berlantai 4, di wilayah Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Satu dari dua ART tersebut tewas. (

Diduga Kabur

Dua PRT sebelumnya dilaporkan melompat dari kamar kos milik majikannya di kawasan Bendungan Hilir atau Benhil, Jakarta Pusat. Satu orang di antaranya meninggal dunia.

Baca Juga: Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 22 April 2026, sekitar pukul 23.15 WIB. Dua PRT tersebut masing-masing berinisial I (26) dan D (18).

Saksi mata bernama Ita, mengatakan warga saat itu sempat dikejutkan suara dentuman keras dari luar. Suara dentuman itu terdengar tiga kali sebelum menemukan kedua korban tergeletak di aspal.  Saat dievakuasi, keduanya masih hidup meski dalam kondisi kritis.

“Yang satu masih ngerintih-ngerintih doang. Kalau yang satu sih diajak ngobrol masih bisa. Dia bilang kayaknya tangan aku patah, sama pinggul nggak bisa digerakin,” ungkap Ita saat ditemui Suara.com.

Namun, korban D (18) akhirnya meninggal dunia akibat luka parah, sementara I (26) selamat dan masih menjalani perawatan.

Dugaan upaya melarikan diri menguat setelah warga menemukan korban membawa barang pribadi saat melompat.

“Kayaknya sih kabur ya, soalnya dia bawa barang-barang kayak baju, sabun mandi,” tutur Ita.

Load More