News / Nasional
Jum'at, 24 April 2026 | 18:24 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat. (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • PP Muhammadiyah dan BPJS Ketenagakerjaan menjalin kerja sama strategis di Yogyakarta pada Jumat, 24 April 2026 mendatang.
  • Kolaborasi ini fokus pada peningkatan kesejahteraan, perlindungan tenaga kerja, serta penyediaan hunian terjangkau bagi dosen muda Muhammadiyah.
  • Kedua pihak sepakat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan agar mampu bersaing dalam era ekonomi digital.

Suara.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan BPJS Ketenagakerjaan menyepakati kerja sama strategis. Kolaborasi ini tidak hanya menyasar perlindungan tenaga kerja, tetapi juga merambah kebutuhan dasar hingga peningkatan kapasitas pekerja.

Salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah penyediaan hunian bagi tenaga pendidik, khususnya dosen-dosen muda di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah yang selama ini menghadapi tantangan dalam kepemilikan rumah.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kesejahteraan ratusan ribu tenaga kerja di sektor pendidikan dan kesehatan.

Sebagai organisasi dengan ratusan ribu tenaga kerja di berbagai sektor, Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kesejahteraan, termasuk bagi kelompok pekerja rentan yang belum memiliki perlindungan memadai.

Haedar menegaskan, persoalan ketenagakerjaan tidak bisa diselesaikan secara parsial.

"Nah, masalah ini masalah yang tidak sederhana dan tidak bisa ditanggung sendirian. Maka Muhammadiyah bersama BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan langkah-langkah konkret dalam usaha layanan dan perlindungan tenaga kerja," kata Haedar saat ditemui usai penandatanganan kerja sama di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (24/4/2026).

Selain perlindungan, Haedar juga menyoroti pentingnya membangun etos kerja tinggi di kalangan generasi muda, terutama di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Kerja sama ini didorong untuk segera dieksekusi secara teknis oleh seluruh jajaran persyarikatan. Ia berharap kesepakatan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap keadilan sosial dan kesejahteraan pekerja, baik di internal Muhammadiyah maupun masyarakat luas.

"Persaingan kerja kita ini saat ini bukan hanya di nasional bahkan di regional dan global. Maka diperlukan etos kerja tinggi dari semua anggota masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menjelaskan bahwa sinergi kedua lembaga ini dirancang lebih luas dengan menjangkau ekosistem Muhammadiyah, tidak hanya pekerja formal di dalamnya.

Salah satu fokus pengembangan adalah penyediaan manfaat tambahan, seperti akses perumahan bagi pekerja, termasuk skema pembiayaan dengan bunga lebih ringan.

"Kenapa nggak kita coba kembangkan layanan tambahan bagaimana kita bisa membantu penyiapan perumahan misalkan. Tadi Prof Haedar udah menyampaikan perumahan untuk dosen-dosen muda. Tentunya itu menjadi satu hal yang bisa kita kembangkan lebih lanjut," ujar Saiful.

Tak hanya itu, kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan guna menjawab tantangan ekonomi digital dan gig economy yang terus berkembang.

"Dengan adanya masuk ke gig ekonomi, kerja digital, masa kita akan jadi pasar saja? Kita saat ini kan hanya menjadi pasar nih gig ekonomi, padahal pekerjaannya banyak dari luar," ucapnya.

Menurut Saiful, peningkatan kemampuan melalui up-skilling dan re-skilling menjadi kunci agar tenaga kerja Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan global.

Load More