-
Kopral Rico Pramudia gugur di Lebanon setelah kritis akibat ledakan proyektil serangan militer Israel.
-
UNIFIL menyatakan serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan pelanggaran berat hukum humaniter internasional.
-
Rico adalah prajurit TNI keempat yang meninggal dunia dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.
Suara.com - Kekerasan militer Israel di Lebanon kembali memakan korban jiwa dari prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia.
Kopral Rico Pramudia mengembuskan napas terakhir di rumah sakit Beirut setelah sempat berada dalam kondisi kritis.
Gugurnya Rico menambah daftar panjang risiko mematikan yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian PBB di zona konflik.
Insiden tragis ini terjadi pasca ledakan proyektil keras menghantam pos UNIFIL yang berlokasi di Adchit Al Qusayr.
Kematian ini menjadi alarm keras bagi dunia internasional mengenai ancaman nyata terhadap keselamatan personel kemanusiaan global.
Pihak otoritas PBB secara resmi telah menyampaikan duka mendalam bagi keluarga dan seluruh rakyat Indonesia.
"UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan kolega Kopral Pramudia serta Tentara Indonesia dan Pemerintah dan rakyat Republik Indonesia atas kehilangan yang tragis dan tak tergantikan ini," tulis pernyataan resmi UNIFIL.
Lembaga internasional tersebut menuntut komitmen penuh dari seluruh pihak yang bertikai untuk menghormati perlindungan aset PBB.
"Kami menuntut dari semua pihak agar mereka menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat," tegas mereka.
Baca Juga: Kebiadaban Israel Berlanjut: Bikin Cacat Warga Palestina, Kini Halangi Prostesis Masuk Gaza
Serangan terhadap pasukan perdamaian secara teknis dapat diklasifikasikan sebagai tindakan kejahatan perang yang sangat serius.
Kopral Rico tercatat sebagai prajurit keempat asal Indonesia yang kehilangan nyawa sejak memanasnya konflik Israel-Hizbullah.
Sebelumnya, tiga rekan sejawatnya telah dipulangkan ke tanah air dalam peti jenazah akibat pertempuran lintas batas tersebut.
Nama-nama seperti Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar dan Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan berada di daftar tersebut.
Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon juga menjadi korban dalam rangkaian serangan bersenjata yang menghantam pos penjagaan.
Presiden Prabowo Subianto secara langsung memberikan penghormatan terakhir saat pemakaman para prajurit yang gugur sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April
-
Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!
-
Isu Kas Negara Menipis Dibantah, Menkeu: Uang Kita Masih Banyak!