-
Pasukan Italia mengganti patung Yesus yang dirusak tentara Israel di desa Debel, Lebanon.
-
Aksi penggantian patung bertujuan memulihkan harapan warga Kristen di tengah isolasi perang.
-
Gereja lokal memilih memaafkan pelaku perusakan demi terciptanya dialog perdamaian dan keamanan.
Suara.com - Kehadiran patung Yesus baru di Desa Debel menjadi simbol pemulihan martabat warga Kristen di Lebanon selatan.
Pasukan perdamaian asal Italia mengambil langkah cepat mengganti ikon suci yang sebelumnya dihancurkan oleh oknum militer Israel.
Dikutip dari CNN, langkah ini dilakukan guna meredam ketegangan lintas agama yang sempat memuncak akibat dokumentasi perusakan tersebut.
Inisiatif diplomatik dan religius ini diharapkan mampu memulihkan kondisi psikologis warga yang terjebak di zona perang.
Kehadiran sosok religius ini membawa pesan kuat tentang toleransi di tengah berkecamuknya konflik bersenjata yang mematikan.
Duta Besar Vatikan untuk Lebanon turut mengawal langsung prosesi penyerahan patung baru di wilayah yang terisolasi tersebut.
Penduduk desa menyambut kedatangan rombongan penjaga perdamaian dengan dentuman lonceng gereja sebagai tanda syukur dan sukacita.
Selama dua bulan terakhir, akses menuju desa berpenduduk mayoritas Kristen ini hampir sepenuhnya tertutup akibat pertempuran sengit.
Kondisi geografis Debel yang berada di tengah kepungan militer membuat bantuan logistik sangat sulit menjangkau warga sipil.
Baca Juga: Iran Kecam Usulan Italia Gantikan Posisi Timnas di Piala Dunia 2026: Kebangkrutan Moral
Krisianitas di wilayah ini sedang menghadapi ujian berat akibat pembatasan ruang gerak yang diberlakukan oleh pasukan pendudukan.
Jumlah penduduk yang bertahan di desa kini menyusut drastis karena warga memilih mengungsi ke wilayah utara.
Persediaan medis dan bahan pangan kian menipis seiring terputusnya jalur distribusi utama menuju pusat kota Beirut.
Warga yang tersisa harus berjuang melawan rasa takut setiap malam akibat bayang-bayang serangan udara yang tak terduga.
Perdana Menteri Italia memberikan apresiasi tinggi atas peran pasukannya dalam menjaga stabilitas emosional masyarakat setempat melalui tindakan simbolis.
Giorgia Meloni menyatakan, “Gambar-gambar penyerahan patung tersebut kepada masyarakat dan penempatannya di titik yang sama di mana patung yang dihancurkan beberapa hari lalu oleh tentara IDF pernah berdiri sangat menyentuh hati dan mengirimkan pesan kuat tentang harapan, dialog, dan perdamaian.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut
-
Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI
-
CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai
-
Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm
-
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut
-
Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan
-
DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan
-
Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia
-
Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan
-
Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus