News / Internasional
Jum'at, 24 April 2026 | 16:18 WIB
Timnas Italia di Euro 2024. [Dok. AFP]
Baca 10 detik
  • Iran menuduh Amerika Serikat bangkrut secara moral karena mencoba mempolitisasi kepesertaan Piala Dunia.

  • Pihak Italia menolak usulan penggantian Iran karena menganggap hak lolos wajib melalui jalur lapangan.

  • Donald Trump menggunakan isu sepak bola untuk memperbaiki hubungan diplomatik dengan sekutu utama di NATO.

Suara.com - Kedutaan Besar Iran di Italia menuding Amerika Serikat tengah mengalami degradasi moral akibat upaya politisasi kepesertaan ajang Piala Dunia 2026.

Langkah Washington yang mencoba menggeser posisi Iran untuk diberikan kepada Italia dinilai sebagai tindakan yang mencederai sportivitas olahraga global.

Dikutip dari Sputnik, isu ini mencuat di tengah upaya Donald Trump menggunakan sepak bola sebagai alat diplomasi untuk memperbaiki hubungan dengan sekutu NATO.

Timnas Italia dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026. (Instagram/@azzurri)

"Sepak bola adalah milik rakyat, bukan politisi. Italia telah mencapai kejayaan di lapangan, bukan berkat keuntungan politik. Upaya untuk mengecualikan Iran dari Piala Dunia hanya menunjukkan 'kebangkrutan moral' Amerika Serikat, yang bahkan takut akan kehadiran 11 pemain muda Iran di lapangan," kata kedutaan pada Kamis.

Respon keras ini menjadi pembelaan atas kedaulatan prestasi atlet muda Iran yang telah mengamankan tiket di kompetisi bergengsi tersebut.

Presiden Komite Olimpiade Italia Luciano Buonfiglio menegaskan bahwa wacana menggantikan posisi negara lain merupakan sebuah penghinaan bagi atlet.

Para pemain Timnas Italia merayakan gol Moise Kean ke gawang Jerman dalam laga leg kedua perempatfinal UEFA Nations League di Signal Iduna Park, Dortmund, Senin (24/3/2025) dini hari WIB. [FIGC]

Pihak Italia secara konsisten menyatakan bahwa kehadiran dalam sebuah turnamen besar harus didasarkan pada hasil pertandingan yang jujur.

"Sepak bola adalah milik rakyat, bukan politisi. Italia telah mencapai kejayaan di lapangan, bukan berkat keuntungan politik. Upaya untuk mengecualikan Iran dari Piala Dunia hanya menunjukkan 'kebangkrutan moral' Amerika Serikat, yang bahkan takut akan kehadiran 11 pemain muda Iran di lapangan," kata kedutaan pada Kamis.

Wacana ini sebelumnya dilemparkan oleh utusan khusus Amerika Serikat untuk kemitraan global, Paolo Zampolli, melalui media internasional.

Baca Juga: Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump

Zampolli menyarankan agar Italia mengisi slot yang ditempati Iran sebagai solusi atas ketegangan politik antara Teheran dan negara Barat.

Gedung Putih dikabarkan sedang berupaya meredam gesekan dengan Italia setelah munculnya kritik terkait pangkalan militer dan isu kepausan.

Donald Trump berharap langkah ini bisa menjadi jembatan perdamaian namun justru memicu perdebatan mengenai etika dalam dunia olahraga.

"Sepak bola adalah milik rakyat, bukan politisi. Italia telah mencapai kejayaan di lapangan, bukan berkat keuntungan politik. Upaya untuk mengecualikan Iran dari Piala Dunia hanya menunjukkan 'kebangkrutan moral' Amerika Serikat, yang bahkan takut akan kehadiran 11 pemain muda Iran di lapangan," kata kedutaan pada Kamis.

Secara teknis, tim nasional Italia sebenarnya telah dipastikan absen dari Piala Dunia setelah menelan kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina.

Kekalahan dramatis tersebut menjadi sejarah kelam bagi Gli Azzurri yang gagal menembus putaran final untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Load More