-
Iran menuduh Amerika Serikat bangkrut secara moral karena mencoba mempolitisasi kepesertaan Piala Dunia.
-
Pihak Italia menolak usulan penggantian Iran karena menganggap hak lolos wajib melalui jalur lapangan.
-
Donald Trump menggunakan isu sepak bola untuk memperbaiki hubungan diplomatik dengan sekutu utama di NATO.
Suara.com - Kedutaan Besar Iran di Italia menuding Amerika Serikat tengah mengalami degradasi moral akibat upaya politisasi kepesertaan ajang Piala Dunia 2026.
Langkah Washington yang mencoba menggeser posisi Iran untuk diberikan kepada Italia dinilai sebagai tindakan yang mencederai sportivitas olahraga global.
Dikutip dari Sputnik, isu ini mencuat di tengah upaya Donald Trump menggunakan sepak bola sebagai alat diplomasi untuk memperbaiki hubungan dengan sekutu NATO.
"Sepak bola adalah milik rakyat, bukan politisi. Italia telah mencapai kejayaan di lapangan, bukan berkat keuntungan politik. Upaya untuk mengecualikan Iran dari Piala Dunia hanya menunjukkan 'kebangkrutan moral' Amerika Serikat, yang bahkan takut akan kehadiran 11 pemain muda Iran di lapangan," kata kedutaan pada Kamis.
Respon keras ini menjadi pembelaan atas kedaulatan prestasi atlet muda Iran yang telah mengamankan tiket di kompetisi bergengsi tersebut.
Presiden Komite Olimpiade Italia Luciano Buonfiglio menegaskan bahwa wacana menggantikan posisi negara lain merupakan sebuah penghinaan bagi atlet.
Pihak Italia secara konsisten menyatakan bahwa kehadiran dalam sebuah turnamen besar harus didasarkan pada hasil pertandingan yang jujur.
"Sepak bola adalah milik rakyat, bukan politisi. Italia telah mencapai kejayaan di lapangan, bukan berkat keuntungan politik. Upaya untuk mengecualikan Iran dari Piala Dunia hanya menunjukkan 'kebangkrutan moral' Amerika Serikat, yang bahkan takut akan kehadiran 11 pemain muda Iran di lapangan," kata kedutaan pada Kamis.
Wacana ini sebelumnya dilemparkan oleh utusan khusus Amerika Serikat untuk kemitraan global, Paolo Zampolli, melalui media internasional.
Baca Juga: Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump
Zampolli menyarankan agar Italia mengisi slot yang ditempati Iran sebagai solusi atas ketegangan politik antara Teheran dan negara Barat.
Gedung Putih dikabarkan sedang berupaya meredam gesekan dengan Italia setelah munculnya kritik terkait pangkalan militer dan isu kepausan.
Donald Trump berharap langkah ini bisa menjadi jembatan perdamaian namun justru memicu perdebatan mengenai etika dalam dunia olahraga.
"Sepak bola adalah milik rakyat, bukan politisi. Italia telah mencapai kejayaan di lapangan, bukan berkat keuntungan politik. Upaya untuk mengecualikan Iran dari Piala Dunia hanya menunjukkan 'kebangkrutan moral' Amerika Serikat, yang bahkan takut akan kehadiran 11 pemain muda Iran di lapangan," kata kedutaan pada Kamis.
Secara teknis, tim nasional Italia sebenarnya telah dipastikan absen dari Piala Dunia setelah menelan kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina.
Kekalahan dramatis tersebut menjadi sejarah kelam bagi Gli Azzurri yang gagal menembus putaran final untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Wacana penggantian tim ini muncul sebagai buntut dari eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kini merambah ke sektor olahraga.
Secara historis, Italia merupakan salah satu kekuatan sepak bola dunia, namun performa mereka merosot tajam pada babak kualifikasi terakhir di zona Eropa.
Di sisi lain, Iran berhasil melaju secara sah sesuai regulasi FIFA sebelum munculnya proposal politis dari pihak Gedung Putih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Usia Pensiun Kapolri Dapat Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden
-
Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna
-
OJK: Fundamental Kripto Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Global
-
Tangis dan Amarah Pecah saat Rekonstruksi di Daycare Little Aresha: Bagaimana Kalau Anakmu Digituin?
-
Lampu Hijau! Hasil Revisi UU Polri Segera Diketok di Rapat Paripurna
-
Prabowo Dinilai Tak Pahami Masalah Rakyat, Istana Langsung Membantah
-
Jakarta 499 Tahun: Kota yang Berlari, Kelas Menengah yang Kehabisan Napas
-
Qadari Bantah Pemerintah Tone Deaf di Tengah Tekanan Ekonomi: Kritik Masyarakat Didengar
-
RS Pondok Indah Beroperasi Tanpa SLF Aktif Sejak 2024: Sedang Proses Perpanjangan
-
Pecah Kongsi? Donald Trump Ultimatum Benjamin Netanyahu: Bibi, Kamu Harus Hati-hati