-
Pasukan Italia mengganti patung Yesus yang dirusak tentara Israel di desa Debel, Lebanon.
-
Aksi penggantian patung bertujuan memulihkan harapan warga Kristen di tengah isolasi perang.
-
Gereja lokal memilih memaafkan pelaku perusakan demi terciptanya dialog perdamaian dan keamanan.
Pihak gereja setempat memutuskan untuk menerima permohonan maaf dari pihak luar demi keselamatan dan ketenangan jemaat.
Pastor Paroki Katolik di Debel, Pastor Fadi Felefli, menegaskan bahwa bantuan tersebut memberikan napas baru bagi warga yang trauma.
Felefli menyampaikan, “Kami menerima permintaan maaf (Israel) karena kami berharap hal ini membuat segalanya lebih mudah bagi kami, sehingga kami tidak merasa begitu sesak.”
Meskipun luka akibat perusakan masih membekas, prinsip spiritualitas kristiani tetap dikedepankan oleh para pemimpin agama di sana.
Terkait pelaku perusakan, Felefli mengatakan akan terus menyebarkan pesan pengampunan Kristiani kepada seluruh pihak yang terlibat.
Pastor Felefli mengungkapkan, “Kami adalah putra-putra perdamaian dan putra-putra pengampunan; seperti yang Yesus katakan saat Dia disalibkan, ‘Tuhan ampuni mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.’”
Patung pengganti tersebut kini ditempatkan di taman pinggiran desa untuk menggantikan posisi patung asli yang telah hancur.
Sementara itu, sebuah salib lain yang diberikan sebagai bentuk kompensasi kini disimpan di dalam gereja paroki setempat.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa di tengah kehancuran perang, nilai-nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap keyakinan tetap harus dijaga.
Baca Juga: Iran Kecam Usulan Italia Gantikan Posisi Timnas di Piala Dunia 2026: Kebangkrutan Moral
Masyarakat internasional kini terus memantau perkembangan di wilayah pendudukan guna memastikan perlindungan terhadap situs-situs suci keagamaan.
Ketegangan di Desa Debel bermula saat sebuah video memperlihatkan tentara Israel menghancurkan patung Yesus menggunakan alat berat.
Aksi vandalisme ini memicu kecaman global, memaksa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan permintaan maaf resmi dan menahan prajurit yang terlibat.
Desa Debel saat ini merupakan salah satu dari puluhan pemukiman di Lebanon selatan yang berada di bawah kendali operasional militer Israel dalam konflik melawan kelompok Hezbollah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI
-
CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai
-
Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm
-
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut
-
Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan
-
DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan
-
Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia
-
Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan
-
Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?